Temukan Crowd-mu

Sebelum memulai kampanye crowdfunding, kita harus tahu dulu kepada siapa kampanye ini akan ditujukan. Jangan pernah berpikir bahwa kampanye harus dilakukan ke semua orang, karena kampanye yg ditujukan ke semua orang menjadi tidak fokus. Semakin luas target marketnya, semakin besar biaya kampanye yang harus dilakukan. Bahkan brand-brand besar saja punya target market spesifik, kok. Tidak mungkin mereka pasang iklan di semua media setiap saat, karena budget yg dikeluarkan menjadi tidak efektif. Nah, kita harus menerapkan prinsip yang sama. Tapi, karena budget kampanye kita jauh lebih kecil dari mereka, bahkan mungkin nyaris tidak ada budget sama sekali, kita harus lebih jeli dalam mencari dan mendekati crowd kita.


Early Adopter dan Evangelist

Dalam pembuatan sebuah startup, kita mengenal istilah early adopter dan evangelist. Early adopter adalah sekelompok orang yang menjadi pengguna pertama produk/jasa kita. Evangelist adalah sebagian orang yang senang dengan produk/jasa kita dan menyebarkannya ke teman-temannya. Penting sekali untuk sebuah startup menemukan early adopter dan evangelist, karena startup memiliki keterbatasan sumber daya. Dengan menemukan siapa early adopter mereka, sumber daya yang terbatas itu bisa difokuskan hanya kepada sekelompok kecil ini, sehingga kemungkinan mereka untuk menjadi evangelist lebih besar. Ketika kita sudah memiliki evangelist, kita menjadi terbantu dalam hal promosi, tanpa perlu keluar biaya. Oke kan?

Kita bisa menggunakan konsep ini untuk kampanye crowdfunding kita. Sebelum kampanye dimulai, carilah dulu kelompok yang kira-kira akan jadi early adopter kita. Tidak ada cara yang mudah untuk melakukannya. Kita harus keliling ke forum-forum, milis, bahkan mungkin kopi darat komunitas. Cari yang menurut kamu akan suka dengan kreasi yang akan kamu buat. Coba ceritakan tentang kreasi kamu, dan sampaikan kalau kamu berniat melakukan crowdfunding untuk menggalang dana. Ceritakan juga reward apa yang akan kamu siapkan. Minta feedback dari mereka, terutama untuk reward macam apa yang mereka inginkan. Ketika kamu menemukan orang-orang tertentu yang tampak bersemangat, banyak memberi feedback, atau bahkan telah bertanya kapan kampanye kamu dimulai, itu artinya kamu telah menemukan early adopter kamu. Setelah bertemu beberapa orang yang seperti ini, coba amati apa persamaan di antara mereka. Nah, persamaan di antara mereka inilah karakteristik dari early adopter kamu.

Mengubah Early Adopters menjadi Crowd

Mungkin teman-teman saat ini sedang bertanya-tanya, bagaimana caranya dari early adopter yang cuma sekelompok orang saja, bisa menjadi crowd berjumlah besar, cukup besar untuk mencapai target budget kita? Jawabannya ada di sebuah penelitian mengenai dinamika sosial yang terjadi dalam sebuah kampanye fundraising. Hal ini akan saya ceritakan di posting berikutnya.

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s