Kejutan Kecil Untuk Anak-Anak di Lereng Merapi

Berawal dari rekomendasi beberapa teman, Skolastika Pertiwi iseng-iseng melihat website Wujudkan. Waktu itu, dia sama sekali belum kepikiran untuk membuat apapun. Tapi, setelah membaca-baca lebih lanjut, Tika akhirnya memutuskan untuk ikut menggalang dana.

Tika, yang pada dasarnya suka berinteraksi dengan anak-anak dan alam, ingin membuat suatu karya mumpung ia ditugaskan di SD yang letaknya di lereng barat Merapi. “Ini komitmen saya untuk menjaga hutan.” Dari sanalah Tika mulai rajin menulis. Dan akhirnya, tercetuslah ide untuk membuat film dokumenter dengan fokus satwa-satwa liar di hutan sekitar Merapi.

Eh, gak disangka ternyata Kreasinya terwujud pada 6 Oktober lalu! Tika dan kawan-kawannya berhasil menggalang 107% dari target dana yang awalnya ia rencanakan, lho. Keren! Padahal, awalnya, Tika mengaku kalau ia tidak memiliki ekspektasi apapun tentang Wujudkan. “Kami terbiasa produksi dengan dana yang sangat terbatas dan patungan antar teman-teman sendiri”, ujarnya.

Tapi melalui Wujudkan best online casino Tika mengaku ia mendapatkan banyak sekali dukungan. Tidak hanya dari Tim Wujudkan saja, tapi juga dari orang-orang yang sama sekali tidak dikenalnya. Hal ini memberikan kesan tersendiri. Akhirnya ia bisa membuat film dengan layak dengan dukungan dari begitu banyak pihak.

“Merekalah yang membuat kami bertekad untuk menyelesaikan film ini dengan sebaik-baiknya.”

Menggalang dana memang bukan pekerjaan yang gampang. Tika mengaku kalau selama proses kampanye, ia banyak dibantu oleh Tim Wujudkan. “Tim Wujudkan sangat membantu kami. Memberi masukan dan juga mengingatkan. Hal-hal seperti ini membuat kami merasa diperhatikan. Dan membuat kami bersemangat mengerjakan proyek ini.”

Nah, sudah sampai manakah produksinya?

Saat ini Kreasi anak-anak hilang sudah masuk ke dalam tahap akhir produksi dan sebentar lagi akan masuk penyuntingan.

Tapi, ada satu hal menarik di balik produksi film ini. Ternyata Kreasi ini merupakan kejutan kecil untuk anak-anak SD Kanisius Prontakan!

“Sebenarnya anak-anak itu belum tahu pasti film ini nantinya akan seperti apa. Makanya sekarang pun mereka masih penasaran dan menunggu-nunggu.”

Tika dan kawan-kawan memang melibatkan anak-anak ini dalam proses produksi. Dan karena ini adalah film dokumenter, pengambilan gambarnya pun diusahakan senatural mungkin.

Wuih. Menarik sekali!

Selamat, Tika! Kami pun jadi ikut penasaraaaan. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s