Belajar dari Kegagalan Kampanye Crowdfunding

Jika kamu ngerasa mendanai karya lewat crowdfunding adalah semudah membalik telapak tangan, kamu harus berpikir ulang. Soalnya, nggak semudah itu mendatangkan dukungan.  Salah satu situs crowdfunding cukup terkenal dari Amerika Serikat aja, angka kreasi yang tidak sukses 36% lebih banyak dibanding yang sukses. Malah, 14% tidak mendapatkan dana sama sekali.

Tapi tenang, jangan kecil hati dulu untuk mulai kreasi lewat crowdfunding. Kamu masih bisa belajar dari kegagalan mereka. Just keep reading!

Kurang Kredibel

Menurut Scott Steinberg, penulis buku The Crowdfunding Bible, inilah kegagalan yang sering ditemui para kreator. Karena orang nggak kenal siapa kreatornya, maka biasanya orang nggak percaya dengan karya yang dibuat. Tapi tenang, kamu bisa menuliskan profil lengkap kamu di halaman profil kreator dan kolom deskripsi Wujudkan seperti sebuah CV. Tuliskan juga orang-orang di balik layar kreasi kamu , mulai dari skill, dan prestasi apa saja yang pernah dicapai.

Target Ketinggian

Memang sulit menentukan target dana yang fix untuk sebuah kreasi. Kreasi film dan buku atau acara pasti beda dana yang dibutuhkan. Selain menghitung budget yang dibutuhkan untuk membuat kreasi, kamu juga perlu riset dulu target dari kreasi kamu. Kalau nggak sesuai, bisa jadi target kamu sulit dicapai. Menurut artikel dari Entrepreneur, buatlah target dana serendah yang bisa kamu kelola.

Nggak Jelas, Jadi Melas

Biarkan hubungan kamu aja yang nggak jelas (eh?). Jangan sampai merambah ke kreasi kamu. Soalnya, banyak kreator yang gagal adalah karena mereka tidak menyampaikan idenya dengan jelas dan baik. Salah satu hal yang harus ditonjolkan adalah sisi unik yang membedakan kreasi kamu dari kreasi lainya. Coba deh tampilkan ini setiap kamu kampanye ke orang-orang dan tentunya situs Wujudkan.

Kurang Awareness, Jadi Ngenes

Gimana orang mau bantu kamu kalau nggak tahu tentang kampanye penggalangan dana yang sedang kamu lakukan? Apalagi masyarakat kita belum banyak yang mengerti tentang crowdfunding. Maka dari itu, rajin-rajinlah ngasih tahu ke kerabat, handai taulan, keluarga, followers twitter, sampai bekas gebetan, kalau kamu lagi buat kreasi dan butuh dukungan. Kamu bisa contek cara dari Eko Wustuk, kreator buku #RockMemberontak dan #BukuGrungeLokal,  yang buat offline event dan rajin nge-share di sosial media.

Gimana, udah belajar banyak dari kegagalan di atas? Semoga dari situ bisa diambil hikmahnya untuk membuat kreasi lagi, ya! Semangat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s