Dua Kali Kreasi Nggak Terwujud, Kreator Lukisan Nafas Akhirnya Berhasil

Nggak semua kreasi crowdfunding bisa cepat terwujud. Beberapa kreator harus berulang kali gagal. Seperti Fajar Ramayel (F) dan Septika Ranu (R), kreator dari film animasi Lukisan Nafas. Tapi, itu nggak masalah buat mereka. Setelah ngubah strategi rencana, akhirnya kampanye mereka berhasil!

Penasaran gimana caranya? Simak wawancara Wujudkan dengan mereka via e-mail!

Halo Fajar dan Ranu! Selamat ya, atas keberhasilan terwujudnya Kreasi Lukisan Nafas!

F: Iya terima kasih.

R: Terima kasih banyak sebelumnya, ini semua terwujud berkat campur tangan teman-teman, tim produksi, beserta Tuhan. Kami sangat bersyukur Lukisan Nafas ini bisa terwujud.

Sebelumnya ngomongin Lukisan Nafas, boleh tahu dari mana kalian tahu tentang konsep crowdfunding, dan akhirnya memutuskan untuk coba di Wujudkan?

F: Pertama kali dulu taunya karena pernah nyoba untuk crowdfunding di Wujudkan untuk Kreasi saya yg pertama, namanya Betterworld, saat itu saya memilih-milih beberapa platform crowdfunding yg cocok dengan Kreasi kita. Akhirnya memilih Wujudkan karena pernah ada keberhasilan terkumpul target dana yg cukup besar untuk Kreasi film yaitu Atambua 39°Celcius oleh Mira Lesmana. Terus, karena Kreasi saya berupa film maka lebih cocok dengan Wujudkan karena pengelolanya adalah orang-orang film.

R: Saya pribadi tahu Wujudkan ini dari Fajar yang pernah ikut kampanye sebelumnya di kreasi film pertamanya. Saya kira Wujudkan merupakan salah satu inovasi perkembangan crowdfunding untuk karya anak negeri yang tak ada salahnya dicoba. Banyak karya film-film pendek animasi yang berhasil seperti teman kami, Galang lewat Kreasinya, “Seko”.

Sebelum menggunakan crowdfunding, dari mana biasanya kalian mencari dana?

F: Pada awalnya dari uang pribadi, setelah itu mencoba berburu dana dari corporate social responsibility (CSR) namun belum ada yang menanggapi, maka saya mencoba cara crowdfunding.

R: Kami dan tim dan kebanyakan kreator film animasi pendek biasanya menabung untuk membuat film animasi atau dengan suntikan dana CSR .Tetapi cara pertama kami yang langsung kami pakai yaitu crowdfunding.

Nah, sebelumnya Fajar kan pernah bikin kreasi Betterworld dan nggak berhasil mencapai target dana. Lalu, apa sih yang akhirnya membuat kalian mau coba crowdfunding lagi?

F: Mungkin lebih karena terpaksa, ya, haha, karena belum menemukan cara lain.

R: Saat Program #BulanFilm September Film Ceria 2015 kemarin yang dibuat oleh Wujudkan, kami diberi kesempatan untuk pitching di depan filmmaker besar untuk mempresentasikan proposal Kreasi Lukisan Nafas. Bagi kami itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

 Apa aja saja pembelajaran yang kalian dapetin selama kampanye Betterworld? Lalu, gimana sih kalian memperbaikinya untuk akhirnya dilakukan di kampanye Lukisan Nafas?

F: Jangan menentukan target dana yang terlalu besar, kalaupun dana yang dibutuhkan memang besar sebaiknya dijadikan beberapa tahap kampanye. Buatlah rancangan dana yang lebih efisien dan masuk akal. Kedua, dengan membuat fanbase agar Kreasinya bisa lebih dikenal masyarakat

R: Ya benar. Anggaran harus tersusun rapih agar bisa dibaca orang, harus jelas ke mana dana mengalir. Lalu, membuat sistem strategi penjawalan distribusi informasi melalui media sosial. Terus, riset film dan tahap pre-production yang rapi menjadi kunci keberhasilan.
Untuk Lukisan Nafas pun kalian melakukannya dua kali. Dari kampanye pertama yang gagal mencapai target kembali, apa saja pelajaran yang kalian dapatkan?

F: Bahwa target dana yang saya ajukan Kreasi saya belum cukup relevan bagi kapasitas saya saat ini, dan saya harus membuat Kreasi saya ini lebih populer lagi.

R:  Pertama sih, jangan malu minta pertolongan dari manapun, baik itu dari senior dll, pertolongan kadang2 datang dari orang yang tak terduga. Kedua,  pentingnya strategi manajemen penjadwalan media sosial. Media ini 100℅ berperan aktif membantu kami dalam kampanye. Terus untuk kampanye, saran saya bagi para Kreator lain, penting punya tim yang khusus untuk membuat content untuk mendistrubusikan informasi pada masyarakat. Nah, tim khusus tersebut harus di luar orang yang terlibat dalam produksi.

 Ngerasa trauma ga sih sudah dua kali gagal lewat crowdfuding?

F: Trauma sih nggak, segala sesuatu pasti ada plus dan minusnya kok, kalo minus dari sistem crowdfunding yg saya kurang sreg, adalah kita harus membongkar progress proses kreatif kita sebelum Kreasi selesai untuk menarik simpati audiens, bagi saya pribadi itu seperti menjadi beban moral tersendiri.

R: Tidak, kami justru merasa senang dan tertantang. Banyak pelajaran yang kami petik pada campain pertama kami.  Saya tertantang harus bertemu dengan orang-orang, berkomunikasi, membuat perancangan strategi,  dll.

Lalu, apa yang membuat kalian mau coba lagi?

F: Karena sistem crowdfunding adalah salah satu alternatif yang masuk akal bagi saya saat ini, selain mencoba cara yang lain.

R: Kami diberi kesempatan kedua oleh pihak Wujudkan. Itu jarang diberikan oleh crowdfunding yang lain.

Ngomong-ngomong tentang Penghargaan, apakah hal tersebut mendorong orang-orang bantu untuk nyumbang? Ada nggak yang mereka favoritkan?

R: Intinya makin unik suatu penghargaan makin banyak dipilih oleh pewujud. Untuk Kreasi Lukisan Nafas, banyak pewujud yang memilih Penghargaan totebag.
Pewujud kalian dari mana aja? Kerabat, teman atau benar-benar orang asing?

F: Sebagian besar dari teman, dan ada juga dari orang-orang yang belum dikenal.

R: Ya, kebanyakan dari teman, beberapa filmmaker dan orang yang saya tidak kenal sama sekali.

Menurut kalian, apakah crowdfunding cocok untuk kreasi-kreasi dengan target dana besar seperti animasi?

F : Crowdfunding bagi saya hanya sebagai salah satu alternatif dalam mengumpulkan dana, karena keberhasilan kampanye Lukisan Nafas tahap kedua tidak sepenuhnya menutupi target dana yang dibutuhkan, sehingga saya harus lebih memikirkan sumber dana lain untuk menutupi kekurangannya dan juga memperketat kebutuhan sesuai prioritas. Namun kembali lagi, crowdfunding hanya sebagai salah satu alternatif, bukan masalah cocok atau tidak cocok, ada juga kok Kreasi animasi yang sukses karena crowdfunding.

R: Ya, animasi film yang menganggarkan dana yang besar tapi tak menutup kemungkinan menggunakan media crowdfunding. Sekali lagi para Kreator harus membuat tim khusus distribusi informasi di luar proses produksi. Crowdfunding bisa menjadi alternatif yang sangat baik untuk industri animasi ini

Terakhir, apa pesan untuk calon Kreator di luar sana yang ingin mencoba crowdfunding?

F: Sejauh ini berdasarkan pengalaman saya dalam mencoba sistem crowdfunding, hal-hal yang menentukan keberhasilannya adalah, pertama kepopuleran Kreator, maka dari itu kamu harus lebih membuka diri dalam pergaulan terutama di komunitas yang sesuai dengan ekosistem Kreasi kamu. Lalu, bagaimanapun kamu harus mempopulerkan Kreasi kamu, beritahu banyak orang bahwa kamu sedang membuat Kreasi keren dan kamu sedang butuh bantuan dalam merealisasikannya. Selain itu, pentingnya Kreasi kamu bagi masyarakat, sehingga masyarakat juga merasa ‘harus’ membantu. Pola pikir ini bisa kamu bentuk dengan cara kamu mempresentasikan dan mengemas konsep Kreasi kamu dengan baik dan dengan cara pandang yang sesuai dengan masyarakat umum. Terakhir, faktor luck. Tidak bisa dipungkiri ini juga memegang peranan penting, jadi sebaiknya banyak-banyak berdoa, dan banyak bersedekah, banyak bantu orang lain juga dengan Kreasi mereka. Percaya atau tidak, roda kebaikan itu berputar, dan sangat mungkin akan segera menghampiri kamu. You can create your own luck, too!

R: Jangan takut gagal! Besar kecil Kreasi yang kalian kerjakan pasti selalu memberikan pembelajaran. Jangan malu bertanya pada para Kreator yang sudah sukses mintalah saran dan masukan untuk selalu memberbaharui diri. Untuk crowdfunding fokuskan untuk orang-orang yang ada di lingkungan sekitar dulu, seperti keluarga, teman dekat, komunitas dll. Terus belajar dan bereksplorasi dan petik pelajaran-pelajaran dari setiap Kreasi crowdfunding baik itu yang gagal maupun yang berhasil. Terus pas kampanye, nikmati prosesnya dari awal sampai akhir dan terus berusaha berdoa. Usaha keras itu tidak pernah mengkhianati.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s