Author: Alderina

I'm an Indonesian. Always look up for new stories and new friends.

4 Tantangan Membuat Kreasi Film Lewat Crowdfunding

Dalam dunia crowdfunding, ada dua jalan yang akan kamu temui. Pertama, kreasi berhasil terwujud, alias dana yang terkumpul sesuai target. Kedua, gagal terwujud karena dana belum mencapai target hingga waktu yang sudah ditentukan ūüė¶

Nah, untuk kamu yang baru ingin memulai memasukkan kreasi di Wujudkan.com, cermati dulu tantangan yang akan kamu temui dalam proses crowdfunding.

Berpacu dengan Waktu

Inilah musuh terbesar kamu. Kamu sendiri punya jadwal untuk memproduksi film, misalnya syuting harus selesai sebelum musim hujan. Kamu juga deg-deg-an dengan waktu crowdfunding yang kian menipis, tetapi dana belum terkumpul sesuai target.

Tips: Buat jadwal dengan baik. Pastikan waktu yang dibutuhkan untuk crowdfunding tidak mepet saat produksi dan pastikan lama pendanaan cukup untuk mencapai target.

Penghargaan yang Itu-Itu Aja

Ini adalah salah satu bentuk rasa terima kasih kamu kepada Pewujud. Ini juga menjadi faktor terbesar bagi seseorang untuk mendonasikan uangnya. Nah, yang sering terjadi adalah paket yang diberikan kurang unik dan tidak menunjukkan identitas film yang kamu buat.

Tips: Buatlah Penghargaan yang unik dan bisa kamu intip dari kreasi-kreasi yang pernah dibuat dari seluruh dunia.

Diremehkan

Emangnya kamu keripik, banyak remehnya (Itu mah remah). Kembali ke topik, karena kebanyakan orang yang mengikuti proyek crowdfunding film adalah belum terkenal oleh khalayak umum, maka banyak yang menyangsikan film yang kamu buat akan bagus atau sesuai ekspektasi mereka.

Tips: Buatlah halaman kreasi film kamu di Wujudkan.com semenarik mungkin. Post video teaser, foto atau storyboard akan seperti apa film kamu nantinya. Atau, berikan profil singkat orang-orang yang terlibat dalam film kamu seperti yang dilakukan oleh Galang Larope untuk kreasi film Seko.

Malu

Menurut Robert S. Fingerman dari Independent Films Production Consultants, banyak pembuat film yang tidak mau kreasi filmnya seperti proyek pencarian dana. Seperti meminta-minta sumbangan kepada teman lewat Facebook.

Tips: Kamu harus bangga bahwa kamu sedang membuat sebuah karya dan mengajak orang-orang untuk menjadi salah satu bagiannya. Mira Lesmana aja nggak malu kok bikin film Atambua 39¬į Celsius lewat Wujudkan, masa kamu malu?

Sekarang udah tahu dong tantangan saat membuat kreasi Film lewat crowdfunding gimana dan cara mengatasinya? Sekarang buktikan kalau kamu juga bisa mewujudkan kreasi film kamu di sini!

Advertisements

Kumpul-Kumpul Praktisi Crowdfunding

Untuk pertama kalinya, praktisi Crowdfunding Indonesia berkumpul di Warung Solo, Kemang, untuk silahturahmi dan berbincang mengenai nasib Crowdfunding Indonesia ke depan. Hadir di kumpul-kumpul kali ini, Mandy Marahimin (Wujudkan.com), Alderina Gracia (Wujudkan.com), Artanto Ishaam (Wujudkan.com), Jaenal Gufron (Ayo Peduli), M Alfatih Timur (Kita Bisa), Badar Motik (Kita Bisa), Vikra Ijas (Kita Bisa), Jennifer Tan (Mekar.biz) dan Lucky Andrianto (Mekar.biz).

Meskipun pertemuan ini terjadi antara Crowdfunding yang bergerak dalam lingkup yang berbeda-beda, namun semua memiliki kepedulian yang sama terhadap terbentuknya ekosistem Crowdfunding di Indonesia. Ayopeduli dan Kitabisa adalah Crowdfunding donasi-reward untuk proyek sosial, Mekar.biz adalah Crowdfunding pinjaman untuk UKM, sementara Wujudkan.com adalah Crowdfunding donasi-reward untuk industri kreatif.

Dalam suasana yang guyub, masing-masing peserta mengungkapkan cita-cita dan harapannya terhadap perkembangan Crowdfunding di Indonesia. Walaupun situs Crowdfunding donation-reward based seperti Wujudkan.com tidak memerlukan aturan hukum khusus, Wujudkan.com menganggap perlu adanya kejelasan hukum mana saja yang bisa dipakai untuk landasan operasional. Hal ini diamini oleh semua praktisi Crowdfunding lainnya.

Pada malam itu, disimpulkan juga bahwa untuk memajukan nasib Crowdfunding Indonesia dibutuhkan sebuah asosiasi. Asosiasi ini akan menaungi praktisi Crowdfunding dalam mengadakan komunikasi dengan pemerintah maupun masyarakat, untuk menciptakan ekosistem yang kondosif bagi perkembangan industri Crowdfunding di Indonesia. Mari kita tunggu hadirnya asosiasi tersebut!

Wujudkan Hadir di Crowdfunding Asia Summit Pertama

Selama 2 hari, 4-5 Agustus 2014, tim Wujudkan dengan dukungan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hadir di Crowdfunding Asia Summit pertama. Diadakan di Singapura, Wujudkan bertemu dan berbagi pikiran dengan pelaku Crowdfunding dari Taiwan, Kamboja, Singapura, Malaysia dan Thailand. Hadir pula pelaku Crowdfunding dari Amerika Serikat yang sudah lebih dulu memiliki Crowdfunding platform dan Kanada yang sudah memiliki hukum Crowdfunding namun tidak memiliki platformnya.

Di summit ini, semua pelaku Crowdfuding mengedepankan perlunya dukungan pemerintah terutama dalam hal aturan yang lebih baku untuk Crowdfunding. Wujudkan gembira melihat respon positif dari Kemenparekraf terhadap Crowdfunding. Diakui juga oleh seluruh pelaku Crowdfunding bahwa edukasi terhadap masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dilaksanakan.

Di Indonesia, terdata 6 Crowdfunding dengan jenis Donation-Reward dan Lending. Ibu Lolly dari Kemenparekraf menjelaskan bahwa, “Saya mendukung adanya Crowdfunding yang dapat menjadi titik pertama bagi Kreator yang ingin mewujudkan Kreasinya atau melakukan tes pasar terhadap Kreasinya namun belum memiliki kapasitas bertemu dengan Venture Capital.”

Wujudkan mengucapkan terima kasih kepada Departemen Kerja sama dan Fasilitas dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang sudah mendukung Wujudkan untuk mengikuti Crowdfunding Asia Summit ini.

IMG_20140804_135524