Author: Wujudkan

Kami adalah sekelompok orang yang ingin melihat industri kreatif Indonesia berkembang pesat, karena kami percaya Indonesia tidak kekurangan daya cipta, tapi yang kurang adalah sistem dukungan untuk para kreator kita berkarya. Wujudkan.com adalah sebuah website untuk artis, seniman dan kreator Indonesia mendapatkan dukungan dari kita semua untuk mewujudkan karya kreatif mereka. Kami percaya kreativitas akan berkembang baik jika kita semua mendukungnya. Mari dukung karya kreatif Indonesia!

Crowdfunding untuk Perubahan Sosial, Kenapa Nggak?

Sudah tahu kan, kalau inti crowdfunding itu nggak sekadar cari dana? Tapi juga nyebarin semangat dan nularin gagasan. Buat apa? Buat mendorong perubahan di sekitar kamu, supaya kehidupan orang-orang juga makin baik dan sejahtera. Itulah yang coba dilakukan oleh teman-teman di Perkumpulan Indonesia Berseru. Melalui Komunitas Pemberani yang mereka bentuk dengan bekerjasama bareng Wujudkan dan Oxfam, mereka mengundang para Kreator untuk me-Wujudkan ide-ide yang bisa kasih kontribusi buat perubahan sosial.

Nah, dalam wawancara via e-mail dengan Wujudkan, Zaenatul Nafisah mewakili Perkumpulan Indonesia Berseru berbagi cerita soal pengalaman mereka mengkampanyekan Kreasi-Kreasi sosial via crowdfunding. Simak deh, cuplikan wawancaranya!

 

Sebelumnya, mungkin banyak yang belum tahu apa itu Perkumpulan Indonesia Berseru. Bisa diceritain singkat nggak, apa itu Perkumpulan Indonesia Berseru? Dan dari mana ide bikin perkumpulan ini muncul?

Perkumpulan Indonesia Berseru itu lembaga nonprofit dan independen yang mendedikasikan kerja dan karyanya buat ngasih kontribusi pada perubahan sosial di Indonesia. Sebagian besar kerja-kerjanya dilakukan lewat kerja komunikasi.

Ide buat membangun perkumpulan ini muncul setelah menggeluti aktivisme selama beberapa tahun. Kami lihat banyak banget kerja dan Kreasi yang perlu dikomunikasikan biar dapat dukungan lebih luas dari masyarakat, pemerintah, atau pihak-pihak lainnya. Selama ini banyak cara komunikasi yang nggak tepat, sehingga membuat inisiatif perubahan ke arah yang lebih baik tidak tertangkap. Bahkan sering pula disalahartikan, sehingga nggak menghasilkan perubahan di tingkat pengetahuan, kesadaran, apalagi kebijakan dan perilaku. Komunitas Pemberani merupakan inisiatif untuk mendorong anak muda agar lebih positif dalam menggunakan sosial media. Contohnya untuk mengumpulkan dukungan lebih luas atas ide-ide keren mereka.

 

Tahun lalu kalian kan membuat Kreasi-Kreasi Komunitas Pemberani. Apa sih sebenarnya Komunitas Pemberani itu? Lalu, apa bedanya dari kegiatan-kegiatan kalian yang dulu?

Komunitas Pemberani merupakan inisiatif buat mendorong anak muda biar lebih positif dalam menggunakan sosial media. Contohnya untuk ngumpulin dukungan luas buat ide-ide keren Kreasi mereka. Bedanya sama kegiatan yang dulu, sebelumnya lebih ke kerjasama menyebarkan ide, misalnya soal pangan lokal dan keadilan iklim, lewat kegiatan-kegiatan offline seperti food film festival dan diskusi keliling.

 

Sejauh ini, sudah berapa banyak Kreasi yang berhasil terwujud melalui Komunitas Pemberani? Mungkin bisa disebut beberapa contohnya?

Tahun 2015 ada tiga Kreasi yang berhasil terwujud: Jejaring Pangan Lokal “Panganku, Panganmu”UpCycling Project untuk Anak Putus Sekolah, dan Padepokan Pemuda Pemudi. Semuanya inisiatif dari Jogja. Tahun 2016 ada 5 Kreasi, di antaranya Minuman Cai Pala Pengurang Stres dan Locavore Brownies.

 

Kreasi-Kreasi yang difasilitasi Perkumpulan Indonesia Berseru kan kebanyakan community development (com-dev). Apa bedanya dengan com-dev konvensional yang biasa dikerjakan oleh LSM atau CSR perusahaan?

Community development yang dilakukan sebenarnya sama saja. Bedanya cuma pada pelaku dan strategi awalnya saja. Kalau LSM biasanya menjalankan com-dev dengan penekanan kepada proses internal terlebih dahulu, seperti pengorganisasian masyarakat dan pengembangan program. Bisa aja ini dikembangkan secara mandiri, dan kalau butuh dukungan pendanaan yang lebih, mereka pakai kekuatan satu atau dua donor. Sementara com-dev yang dilakukan oleh anak-anak muda di Komunitas Pemberani lebih fokus ke penggalangan dukungan dan dana lewat media sosial. Jadi, anak-anak muda ini sudah menularkan semangat, ide, dan antusiasme mereka sejak awal Kreasi digagas melalui media sosial.

 

Apa yang membuat kalian mencoba crowdfunding? Dan kalau boleh tahu, kenapa akhirnya memutuskan buat mencobanya di Wujudkan.com?

Kami nggak beralih total dari com-dev konvensional. Cuma memperkaya strategi dengan crowdfunding. Apalagi ini adalah era media sosial. Banyak kampanye yang cukup sukses dengan memakai media sosial, sehingga layak dicoba. Media sosial kan nggak cuma buat mengekspresikan diri saja, tetapi juga buat menularkan semangat dan mengajak berbagi. Media sosial bisa jadi alat untuk nyebarin ide dan menggerakkan orang untuk terlibat.

Pada awalnya, ada dua platform yang sempat kami ajak diskusi. Salah satunya Wujudkan.comWujudkan memang lebih banyak fasilitasi kerja-kerja kreatif seperti film dan buku, dan banyak banget anak muda yang gabung. Ini jadi salah satu pertimbangan penting buat menularkan semangat.

Selain itu, pas Kreasi kami mau dimulai, platform corwdfunding yang lain itu berhenti beroperasi. Makanya, kami jadi lebih intens berkomunikasi sama Wujudkan. Dan ternyata, yang paling penting yang kami temukan adalah adanya kesamaan visi dan ketertarikan antara PIB dan Wujudkan.com untuk ngasih ruang ke anak-anak muda buat nyebarin semangat dan ide mereka, serta mewujudkannya lewat crowdfunding.

 

Lalu, apa sih keuntungan dan manfaat melakukan com-dev melalui crowdfunding, dibanding com-dev konvensional?

Keunggulan crowdfunding, ide sudah tersebar luas meski Kreasinya belum jalan. Tersebarnya ide ini bisa memantik ide-ide lain di kalangan anak-anak muda. Ini juga mendorong anak muda untuk lebih fokus pada perencanaan dan gimana mencapainya.

 

Yang namanya com-dev kan biasanya jangka panjang. Setelah kampanye crowdfunding via Komunitas Pemberani berhasil, apa lagi yang dilakukan supaya Kreasi com-dev yang kalian fasilitasi bisa terus berjalan dan mencapai tujuan?

Tentunya kami tetap berkomunikasi dan terus mendukung Kreasi Komunitas Pemberani. Misalnya, dengan Kreasi Jejaring Pangan Lokal kami melakukan kerja bareng untuk memperkuat gerakan mereka. Dengan UpCycling Project untuk Anak Putus Sekolah, kami bantu promosiin produk-produknya. Begitu juga dengan Ricebran Brownies.

 

Apakah crowdfunding cukup membantu dalam menyukseskan program-program com-dev yang sudah dicoba?

Ngebantu banget. Paling nggak dalam beberapa hal. Dalam hal memantik gagasan, crowdfunding menyadarkan dan menyebarkan gagasan bahwa ide mereka layak diwujudkan dan mendapatkan dukungan dari orang lain, bahkan yang nggak dikenal sekalipun.

Dalam pendanaan, crowdfunding jadi alternatif pendanaan com-dev yang dibutuhkan banget di Indonesia. Selain itu, crowdfunding juga membangun kepercayaan diri dan kreativitas. Beberapa Kreasi yang inisiatifnya lewat crowdfunding ternyata bisa lebih berkembang dan mendapatkan dukungan dari pihak lain. Bahkan misalnya, Jejaring Pangan Lokal dan Padepokan Pemuda Pemudi kemudian mengolaborasikan Kreasi mereka.

 

Berbagi Cerita Buat Wujudkan Kreasi Kamu

Crowdfunding memang membantu kamu kumpulkan dana buat merealisasikan Kreasimu. Tapi inti dari crowdfunding bukanlah minta-minta, melainkan berbagi ide dan minat. Kamu perlu membuat para calon Pewujud ikutan bersemangat dengan ide kamu dan ingin ikut mewujudkannya. Nah, biar dapat banyak dukungan, kamu perlu berbagi cerita yang oke tentang Kreasi yang akan kamu kerjakan.

Bagaimana membuatnya? Apa saja yang harus ada di dalam cerita kamu? Berikut beberapa hal yang nggak boleh kamu lewatkan:

Perkenalkan Diri Kamu

Bukan cuma kamu, tetapi juga tim kamu, tentunya. Akan lebih baik kalau kamu punya Kreasi-Kreasi lain yang sudah pernah kamu buat sebelumnya. Dengan menyebutkan semua itu, para calon Pewujud akan lebih percaya kalau kamu memang layak didukung untuk mewujudkan Kreasimu yang selanjutnya.

Ceritakan Kreasi yang Mau Digarap

Ceritakan apa yang sedang kamu kerjakan. Semakin detail, semakin baik. Boleh juga tambahkan sketsa, prototipe, atau teaser tentang Kreasi itu. Yang penting jangan jadi bertele-tele—singkat, tapi jelas dan to the point. Untuk contoh dengan sketsa dan teaser yang oke, kamu bisa lihat cerita tentang Kreasi film pendek Fajar Ramayel yang berjudul Lukisan Nafas.

Ceritakan Apa yang Jadi Inspirasi Kamu

Calon Pewujud akan semakin paham dan tertarik pada ide kamu kalau mereka tahu sejarahnya. Ceritakan bagaimana kamu dapetin ide dari Kreasi kamu dan mengapa Kreasi ini penting untuk diwujudkan. Siapa tahu kamu dan calon Pewujud punya ketertarikan yang sama, dan mereka jadi ikutan me-Wujudkan Kreasimu, deh.

Jelaskan Rencana Kamu

Ide yang menarik pastinya harus dieksekusi dengan baik. Calon Pewujud akan yakin kamu bisa mengeksekusinya kalau mereka tahu kamu punya rencana yang matang. Karena itu, ceritakan rencanamu sejelas mungkin. Plus, sertakan juga timeline Kreasi juga.

Paparkan Rincian Anggaranmu

Berapa banyak sih, dana yang kamu butuhin? Terus, digunakan buat apa saja dananya? Buatlah breakdown yang cukup detail, simpel, dan masuk akal. Ini akan menumbuhkan kepercayaan calon Pewujud bahwa kamu bisa mengelola dana mereka dengan bijaksana. Cerita Charlotte Cynthia tentang film Ondel-Ondel Kreasinya mungkin bisa menginspirasi kamu.

Apa Pentingnya Kreasi kamu?

Ceritakan apa yang membuat kamu semangat untuk me-Wujudkan idemu. Tapi nggak cukup jika Kreasi itu hanya bermanfaat buat kamu saja. Ceritakan juga bagaimana Kreasi itu bisa jadi penting buat orang lain, termasuk para calon Pewujud kamu. Kamu bisa lihat contohnya dari cerita Yu Sing tentang Kreasinya untuk Rumah Uay.

Poin-poin di atas akan membantumu membuat cerita yang nyambung dengan calon pendukung kamu. Silakan coba, dan semoga Kreasi kamu juga bisa terwujud!

Dua Kali Kreasi Nggak Terwujud, Kreator Lukisan Nafas Akhirnya Berhasil

Nggak semua kreasi crowdfunding bisa cepat terwujud. Beberapa kreator harus berulang kali gagal. Seperti Fajar Ramayel (F) dan Septika Ranu (R), kreator dari film animasi Lukisan Nafas. Tapi, itu nggak masalah buat mereka. Setelah ngubah strategi rencana, akhirnya kampanye mereka berhasil!

Penasaran gimana caranya? Simak wawancara Wujudkan dengan mereka via e-mail!

Halo Fajar dan Ranu! Selamat ya, atas keberhasilan terwujudnya Kreasi Lukisan Nafas!

F: Iya terima kasih.

R: Terima kasih banyak sebelumnya, ini semua terwujud berkat campur tangan teman-teman, tim produksi, beserta Tuhan. Kami sangat bersyukur Lukisan Nafas ini bisa terwujud.

Sebelumnya ngomongin Lukisan Nafas, boleh tahu dari mana kalian tahu tentang konsep crowdfunding, dan akhirnya memutuskan untuk coba di Wujudkan?

F: Pertama kali dulu taunya karena pernah nyoba untuk crowdfunding di Wujudkan untuk Kreasi saya yg pertama, namanya Betterworld, saat itu saya memilih-milih beberapa platform crowdfunding yg cocok dengan Kreasi kita. Akhirnya memilih Wujudkan karena pernah ada keberhasilan terkumpul target dana yg cukup besar untuk Kreasi film yaitu Atambua 39°Celcius oleh Mira Lesmana. Terus, karena Kreasi saya berupa film maka lebih cocok dengan Wujudkan karena pengelolanya adalah orang-orang film.

R: Saya pribadi tahu Wujudkan ini dari Fajar yang pernah ikut kampanye sebelumnya di kreasi film pertamanya. Saya kira Wujudkan merupakan salah satu inovasi perkembangan crowdfunding untuk karya anak negeri yang tak ada salahnya dicoba. Banyak karya film-film pendek animasi yang berhasil seperti teman kami, Galang lewat Kreasinya, “Seko”.

Sebelum menggunakan crowdfunding, dari mana biasanya kalian mencari dana?

F: Pada awalnya dari uang pribadi, setelah itu mencoba berburu dana dari corporate social responsibility (CSR) namun belum ada yang menanggapi, maka saya mencoba cara crowdfunding.

R: Kami dan tim dan kebanyakan kreator film animasi pendek biasanya menabung untuk membuat film animasi atau dengan suntikan dana CSR .Tetapi cara pertama kami yang langsung kami pakai yaitu crowdfunding.

Nah, sebelumnya Fajar kan pernah bikin kreasi Betterworld dan nggak berhasil mencapai target dana. Lalu, apa sih yang akhirnya membuat kalian mau coba crowdfunding lagi?

F: Mungkin lebih karena terpaksa, ya, haha, karena belum menemukan cara lain.

R: Saat Program #BulanFilm September Film Ceria 2015 kemarin yang dibuat oleh Wujudkan, kami diberi kesempatan untuk pitching di depan filmmaker besar untuk mempresentasikan proposal Kreasi Lukisan Nafas. Bagi kami itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

 Apa aja saja pembelajaran yang kalian dapetin selama kampanye Betterworld? Lalu, gimana sih kalian memperbaikinya untuk akhirnya dilakukan di kampanye Lukisan Nafas?

F: Jangan menentukan target dana yang terlalu besar, kalaupun dana yang dibutuhkan memang besar sebaiknya dijadikan beberapa tahap kampanye. Buatlah rancangan dana yang lebih efisien dan masuk akal. Kedua, dengan membuat fanbase agar Kreasinya bisa lebih dikenal masyarakat

R: Ya benar. Anggaran harus tersusun rapih agar bisa dibaca orang, harus jelas ke mana dana mengalir. Lalu, membuat sistem strategi penjawalan distribusi informasi melalui media sosial. Terus, riset film dan tahap pre-production yang rapi menjadi kunci keberhasilan.
Untuk Lukisan Nafas pun kalian melakukannya dua kali. Dari kampanye pertama yang gagal mencapai target kembali, apa saja pelajaran yang kalian dapatkan?

F: Bahwa target dana yang saya ajukan Kreasi saya belum cukup relevan bagi kapasitas saya saat ini, dan saya harus membuat Kreasi saya ini lebih populer lagi.

R:  Pertama sih, jangan malu minta pertolongan dari manapun, baik itu dari senior dll, pertolongan kadang2 datang dari orang yang tak terduga. Kedua,  pentingnya strategi manajemen penjadwalan media sosial. Media ini 100℅ berperan aktif membantu kami dalam kampanye. Terus untuk kampanye, saran saya bagi para Kreator lain, penting punya tim yang khusus untuk membuat content untuk mendistrubusikan informasi pada masyarakat. Nah, tim khusus tersebut harus di luar orang yang terlibat dalam produksi.

 Ngerasa trauma ga sih sudah dua kali gagal lewat crowdfuding?

F: Trauma sih nggak, segala sesuatu pasti ada plus dan minusnya kok, kalo minus dari sistem crowdfunding yg saya kurang sreg, adalah kita harus membongkar progress proses kreatif kita sebelum Kreasi selesai untuk menarik simpati audiens, bagi saya pribadi itu seperti menjadi beban moral tersendiri.

R: Tidak, kami justru merasa senang dan tertantang. Banyak pelajaran yang kami petik pada campain pertama kami.  Saya tertantang harus bertemu dengan orang-orang, berkomunikasi, membuat perancangan strategi,  dll.

Lalu, apa yang membuat kalian mau coba lagi?

F: Karena sistem crowdfunding adalah salah satu alternatif yang masuk akal bagi saya saat ini, selain mencoba cara yang lain.

R: Kami diberi kesempatan kedua oleh pihak Wujudkan. Itu jarang diberikan oleh crowdfunding yang lain.

Ngomong-ngomong tentang Penghargaan, apakah hal tersebut mendorong orang-orang bantu untuk nyumbang? Ada nggak yang mereka favoritkan?

R: Intinya makin unik suatu penghargaan makin banyak dipilih oleh pewujud. Untuk Kreasi Lukisan Nafas, banyak pewujud yang memilih Penghargaan totebag.
Pewujud kalian dari mana aja? Kerabat, teman atau benar-benar orang asing?

F: Sebagian besar dari teman, dan ada juga dari orang-orang yang belum dikenal.

R: Ya, kebanyakan dari teman, beberapa filmmaker dan orang yang saya tidak kenal sama sekali.

Menurut kalian, apakah crowdfunding cocok untuk kreasi-kreasi dengan target dana besar seperti animasi?

F : Crowdfunding bagi saya hanya sebagai salah satu alternatif dalam mengumpulkan dana, karena keberhasilan kampanye Lukisan Nafas tahap kedua tidak sepenuhnya menutupi target dana yang dibutuhkan, sehingga saya harus lebih memikirkan sumber dana lain untuk menutupi kekurangannya dan juga memperketat kebutuhan sesuai prioritas. Namun kembali lagi, crowdfunding hanya sebagai salah satu alternatif, bukan masalah cocok atau tidak cocok, ada juga kok Kreasi animasi yang sukses karena crowdfunding.

R: Ya, animasi film yang menganggarkan dana yang besar tapi tak menutup kemungkinan menggunakan media crowdfunding. Sekali lagi para Kreator harus membuat tim khusus distribusi informasi di luar proses produksi. Crowdfunding bisa menjadi alternatif yang sangat baik untuk industri animasi ini

Terakhir, apa pesan untuk calon Kreator di luar sana yang ingin mencoba crowdfunding?

F: Sejauh ini berdasarkan pengalaman saya dalam mencoba sistem crowdfunding, hal-hal yang menentukan keberhasilannya adalah, pertama kepopuleran Kreator, maka dari itu kamu harus lebih membuka diri dalam pergaulan terutama di komunitas yang sesuai dengan ekosistem Kreasi kamu. Lalu, bagaimanapun kamu harus mempopulerkan Kreasi kamu, beritahu banyak orang bahwa kamu sedang membuat Kreasi keren dan kamu sedang butuh bantuan dalam merealisasikannya. Selain itu, pentingnya Kreasi kamu bagi masyarakat, sehingga masyarakat juga merasa ‘harus’ membantu. Pola pikir ini bisa kamu bentuk dengan cara kamu mempresentasikan dan mengemas konsep Kreasi kamu dengan baik dan dengan cara pandang yang sesuai dengan masyarakat umum. Terakhir, faktor luck. Tidak bisa dipungkiri ini juga memegang peranan penting, jadi sebaiknya banyak-banyak berdoa, dan banyak bersedekah, banyak bantu orang lain juga dengan Kreasi mereka. Percaya atau tidak, roda kebaikan itu berputar, dan sangat mungkin akan segera menghampiri kamu. You can create your own luck, too!

R: Jangan takut gagal! Besar kecil Kreasi yang kalian kerjakan pasti selalu memberikan pembelajaran. Jangan malu bertanya pada para Kreator yang sudah sukses mintalah saran dan masukan untuk selalu memberbaharui diri. Untuk crowdfunding fokuskan untuk orang-orang yang ada di lingkungan sekitar dulu, seperti keluarga, teman dekat, komunitas dll. Terus belajar dan bereksplorasi dan petik pelajaran-pelajaran dari setiap Kreasi crowdfunding baik itu yang gagal maupun yang berhasil. Terus pas kampanye, nikmati prosesnya dari awal sampai akhir dan terus berusaha berdoa. Usaha keras itu tidak pernah mengkhianati.

 

 

Kreasi Terwujud, Selanjutnya Ngapain?

Selamat! Atas kerja keras kamu selama kampanye, Kreasi kamu berhasil Terwujud di Wujudkan. Kamu bisa merayakannya dengan sujud sukur, makan-makan, atau sekedar melakukan “happy dance”.

Eits, tapi jangan berlebihan, ya.  Karena masih banyak hal yang harus kamu lakukan, seperti berikut ini:

Ucapin Terima Kasih

Yup! Sekarang waktunya mengganti update status di media sosial dari kampanye ke rasa syukur dan terima kasih kepada semua khalayak ramai. Ada baiknya juga kamu mengirimkan ucapan terima kasih secara pribadi ke masing-masih Pewujud yang mendonasikan uangnya demi terwujudnya kreasi kamu. Entah itu via e-mail, SMS, atau WhatsApp dan lainnya.

Fokus pada Kreasi

Inilah inti dari kampanye kamu selama ini. Dana sudah terkumpul, dan sekarang tinggal menggunakannya untuk menyelesaika Kreasi kamu. Bedanya sekarang, sudah banyak yang mendukung dan menunggu Kreasi kamu selesai. Pastikan dana dipakai dengan budget yang sudah dibuat selama ini. Begitu juga dengan proses produksi.

Rajin Kasih Update ke Pewujud

Banyak Pewujud yang ingin tahu progress Kreasi yang sedang kamu buat. Coba deh kamu ceritain dalam bentuk teks, foto maupun video. Untuk kebutuhan ini, kamu bisa memaksimalkan fitur Blog dalam Wujudkan. Kamu bisa mencontek Mira Lesmana yang rajin memberikan update di Kreasi film Atambua 39°C yang berhasil terwujud hingga 300 juta lebih.

Kirim Penghargaan

Seperti dalam Wujudkan, Pewujud dapat menyumbang dengan meminta sebuah Penghargaan sebagai imbal baliknya. Nah, sekarang saatnya kamu mulai mengecek kembali daftar Penghargaan, jadwal pengiriman, kontak, dan alamat para Pewujud. Pastikan semua Penghargaan yang harus dikirim sesuai dengan tanggal yang tertulis di situs Wujudkan. Update mengenai pengiriman Penghargaan ini bisa kamu tulis di Blog juga.

Udah nggak bingung lagi kan sekarang? Nah, sekarang waktunya kamu menyelesaikan Kreasi kamu! Semangat!

 

Strategi Alternatif Ini Bikin Sukses Kampanye Kreasi dari Jono Terbakar

Inilah kreasi musik yang sukses lewat Wujudkan! Album Dunyakhirat dari band Jono Terbakar berhasil ngumpulin dana hanya dalam 17 hari. Padahal, menurut Nihan Lanisy sang kreator, rencana untuk memasukkan kreasi ini terbilang dadakan, lho. Tapi, hasil nekat dan kerja keras mereka berbuah manis dengan terkumpulnya Rp. 15.573.767 dari target awal yaitu Rp 10.000.000!

Kurangnya dana untuk paska produksi (mixing, mastering, replikasi CD, packaging dan launching) album dari band akustik asal Yogyakarta ini, jadi alasan utama menggunakan jalur crowdfunding. Selain itu, jalur ini katanya sangat membantu. “Kami memilih crowdfunding karena lebih accountable daripada donasi langsung ke rekening kami dan jika tidak akan terpenuhi targetnya dana akan dikembalikan,” kata Nihan.

Sama seperti kreator yang lain, banyak juga kendala yang mereka temui saat kampanye. Salah satunya adalah konsep crowdfunding yang masih awam di masyarakat kita. “… banyak teman yang nggak paham dan/atau malas donasi lewat Wujudkan,” curhat Nihan. Tapi, hal itu nggak bikin semangat mereka surut. Untuk mengatasi kendala tersebut, mereka membuat jalur alternatif untuk menyumbang. Dana yang disumbangkan, ditransfer dulu ke rekening pribadi kelompok Jono Terbakar, abis itu, baru deh mereka transfer ke rekening Wujudkan.

Nggak hanya itu, mereka juga ngandelin media digital untuk promosi dan kampanye album. Mulai dari kirim SMS, sampai Facebook Chat. Lewat modal berani, banyak orang yang mereka kirimkan pesan mem-follow up dukungannya untuk kampanye kreasi ini. Intinya, nggak perlu malu, ya!

Soal Penghargaan, band yang juga beranggotakan Muhammad Nur Hidayat ini terbilang cukup simpel tapi penuh makna. Selain mendapatkan CD album Dunyakhirat, semua Pewujud yang berjumlah 64 orang itu mendapatkan ucapan terima kasih di situs mereka dan juga di sleeve CD. Tambahannya, ada t-shirt dan tote bag eksklusif bagi mereka yang menyumbangkan Rp 100.000 dan Rp 200.000.

Terakhir, Jono Terbakar ngebuktiin kalau keberhasilan kreasi di crowdfunding ini memang karena lingkungan di sekitar kita. “Pewujud kami kebanyakan teman, keluarga, dan orang-orang yang sudah kenal,” kata cowok yang baru saja dikaruniai seorang anak ini. Ini bisa jadi salah satu trategi pertama untuk mengkampanyekan kreasi kamu. PDKT aja dulu sama crowd kamu, yang notabene adalah orang-orang di sekitar, siapa tahu dari situ bisa jadi word of mouth dan makin banyak lagi orang yang mendukung.

 

 

Bikin Kampanye Crowdfunding Berhasil lewat Video

Mempromosikan kreasi crowdfunding kamu nggak cukup lewat-kata. Maksimalkan dengan video! Bikin video malah memperbesar 85% kampanye crowdfunding kamu berhasil, lho.  Sebab, media visual ini lebih mudah dicerna oleh otak manusia dibanding mereka membaca kalimat.

Tapi, gimana ya bikin video yang mengundang pewujud untuk mendukung kreasi kamu? Berikut tipsnya!

Riset, Riset dan Riset

Sama seperti saat kamu mulai untuk mempersiapkan kreasi dengan crowdfunding, begitu pula saat buat video pitching. Menurut Scott Steinberg, penulis buku The Crowdfunding Bible, coba deh kamu tonton video-video tentang pitching. Nggak cuma yang sukses aja, tapi yang gagal juga. Dari situ, kamu bisa lihat, apa perbedaan keduanya. Yuk, mulai dengan menonton video-video pitching dari kreasi yang ada di Wujudkan.

Less is More

Ingat, kamu mau buat pitch atas kreasi kamu. Lagi menurut Steinberg, durasi video yang kamu buat jangan terlalu lama, 2 menit aja cukup kok. Dan, pastikan juga di 10 detik pertama bikin orang penasaran dengan kreasi kamu. Impress them!

Show Your Product

Emang sih, kebanyakan orang ikutan crowdfunding untuk membuat kreasi, apalagi film dan event. Tapi, pasti kamu udah riset, bikin dummy atau design sementara, kan? Misal, kamu mau buat film animasi, coba tunjukin sketsa awal karakter-karakternya dalam video kamu. Jadi, calon pewujud udah punya gambaran mengenai kreasi yang akan kamu buat.

Nggak Harus Pro

Daripada buang uang untuk membuat video yang mahadasyat, mending uangnya masukin ke kantong untuk kreasi. Dalam video pitch, yang paling penting adalah pesan kreasi kamu tersampaikan dengan jelas, yaitu apa yang ingin kamu buat, mengapa dibuat, bentuk produk/dummy (jika ada), dan anggota tim kamu.  Nggak perlu pake efek-efek super canggih. Yang terpenting adalah gambar dan audionya jelas dan mudah dicerna.

Ada Call to Action

Karena pembuatan video ini untuk mengajak orang-orang membantu mewujudkan kreasi kamu, jadi pastikan ada bentuk ajakan di dalam videonya. Bagian ini bisa berupa tulisan ataupun ajakan langsung dari kamu. Jangan lupa untuk menaruh link kreasi di halaman Wujudkan yang sudah kamu buat.  Jadi, orang akan langsung tahu kemana harus mendukung.

Sekarang udah tahu kan betapa pentingnya sebuah video dalam kampanye kreasi crowdfunding? Jadi, jangan lupa masukkan video pitch dalam halaman profil kreasi kamu di Wujudukan, ya!

 

Berawal dari Pitching Forum Wujudkan, Kreasi Film Horor ini Terwujud

Siapkan diri kamu karena ada tokoh horor baru yang akan menggeser kuntilanak dan kawan-kawannya! Ondel-Ondel yang menjadi tokoh sentral dari Kreasi buatan Charlotte Cynthia dalam Ondel-Ondel Short Film berhasil terwujud berkat kampanye crowdfunding.
Sama dengan film Menjelang Siang, Ondel-Ondel juga salah satu jebolan Pitching Forum yang dibuat oleh Wujudkan dalam rangka #BulanFilm. Malah, hasil kampanye Kreasi ini berhasil mengumpulkan 12 juta rupiah atau 127%!
Simak yuk, cerita Charlotte seputar kampanye crowdfunding di wawancara berikut!
Hai, Charlotte! Selamat atas terwujudnya Ondel-Ondel Short Film, ya!
Iya, thank you juga Tim Wujudkan atas bimbingannya.
Ceritain dong, gimana akhirnya memilih jalur crowdfunding untuk mendanai Kreasi film kamu dan memilih Wujudkan?
Beberapa bulan yang lalu, teman kampus saya di Universitas Bina Nusantara (Binus) ada yang ikut crowdfunding Wujudkan, dan mereka berhasil mendapatkan keringanan dalam budget mereka. Semenjak itu, kampus saya sering kirim e-mail ke para mahasiswa tentang acara seperti Wujudkan Pitching Forum. Head of Program saya merekomendasi untuk mencoba, dan saya pikir ya kenapa tidak?
Berbeda dari kreasi lainnya, kamu kan ngajuin proposal ini lewat Pitching Forum di #BulanFilm Wujudkan, bisa diceritain gimana prosesnya bisa sampai ikutan?
Soalnya direkomendasi sama dosen, lalu kebetulan saya waktu itu free, dan ya kalau ada
peluang untuk berkerja lebih kan kenapa tidak. Namanya juga produser film ya, hahaha.
Apakah forum tersebut sangat membantu?
Membantu banget sih, soalnya tadinya kan clueless tentang Wujudkan atau crowdfunding in general.
Kamu nyangka nggak bisa dapat dana awal dari Pitching Forum tersebut? Apalagi saingannya cukup berat.
Teman saya yang sudah ikut pitching beberapa bulan sebelum saya sih waktu itu bilang kalo saya pasti dapet, soalnya saya punya reputasi perfectionist nggak jelas gitu di kampus. Tapi regardless, beberapa hari sebelum pitching itu saya takut banget, soalnya ini pitching pertama di luar kampus, dan waktu sampe ke lokasi, saya socially awkward banget. Saya pribadi sih sebenernya jujur nggak nyangka bakal dapet dana, soalnya ya presentasi saya buru-buru banget. Tapi yang penting buat saya sih experience-nya aja, sih. Nggak semua anak Binus Film Program bisa punya kesempatan kayak gini, kan.
Ada kendala nggak selama Kampanye kamu di Wujudkan?
Kendala paling besar itu waktu, soalnya selain mengumpulkan funding, saya sebagai produser dan mahasiswi harus ngurus pre-production, production, sama skripsi. Selain itu, saya itu kan nggak terlalu social media savvy banget. Saya mencoba di Instagram soalnya saya aktif di situ, tapi kayaknya sih kurang ngefek.
Terus, gimana sih kamu mensiasatinya?
Yang saya lakukan paling banyak itu sih, mendekati ke lingkaran terdekat saya, yaitu ke saudara sama ke temen-temen, sih, hahahha. Tapi akhirnya, orang tua sutradara saya dan saudara saya yang lumayan banyak ngasi dukungan.
Apakah Penghargaan yang dibuat cukup menarik bagi para Pewujud?
Saya sebenernya menyesal banget sih, soalnya Penghargaan yang saya buat itu standard yang biasanya ditulis di proposal pitching di dalam kampus. Waktu saya udah buat Penghargaannya, dan mulai kampanye, saya sadar kalau nggak appealing banget dan nggak kreatif. Tapi ya, jadi pelajaran aja buat masa depan.
Dari seluruh Penghargaan, mana yang paling diminati?
Executive Producer sama Associate Producer.
Terakhir, pelajaran apa yang dapat dipetik dan dibagi ke calon Kreator di luar sana?
Be creative! Fundraising itu salah satu sisi kreatif produser film indie. Pikir aja, film yang dibuat itu emang sebuah produk yang bisa dijual. Tapi, jangan sampe filmnya nggak kelar atau keteteran juga. Balance aja. Susah emang bikin film, saya juga bingung kenapa saya mau susah susah kayak gini hahahha

 

Kamu mau juga kaya Charlotte yang bisa sukses mewujudkan Kreasinya? Langsung aja kirim proposal Keasi kamu Wujudkan.com. Selamat berkreasi!