KOMUNITAS

Wujudkan.com Crowdfunding School Pertama

Untuk pertama kalinya, Wujudkan.com berhasil mengadakan Wujudkan.com Crowdfunding School bagi teman-teman yang ingin menggalang dana lewat sistem crowdfunding. Kami menyadari bahwa menggalang dana lewat sistem crowdfunding membutuhkan persiapan yang matang agar calon Kreator Wujudkan.com dapat menggalang dana dengan optimal. Materi yang kami bagikan merupakan hasil sharing Kreator yang telah sukses menggalang dana kepada Tim Wujudkan.

Wujudkan.com Crowdfunding School yang pertama ini bisa terselenggara berkat program Let’s Spark Something dari DBS Bank. DBS Bank memberikan dukungan kepada Wujudkan.com untuk melaksanakan workshop gratis bagi teman-teman yang ingin menggalang dana lewat sistem Crowdfunding. Jakarta dan Bandung menjadi kota yang terpilih untuk diadakan Wujudkan.com Crowdfunding School.

Terasa antusiasme peserta lewat pendaftaran yang membludak, bahkan sampai hari H. Selain itu, saat mengikuti 3 sesi, peserta semangat tanya jawab. Selain fokus pada cara penggalangan dana dengan sistem crowdfunding, Wujudkan.com juga mengajak profesional di bidangnya untuk berbicara mengenai Business Plan. Peserta pun makin antusias untuk bertanya, mengingat business plan merupakan titik awal sebelum memutuskan untuk menggalang dana lewat sistem crowdfunding.

Wujudkan.com juga diundang oleh DBS Bank untuk bicara mengenai crowdfunding di beberapa universitas di Jakarta. Tim Wujudkan gembira telah dapat berbagi informasi tentang penggalangan dana dengan sistem crowdfunding lewat event-event bersama teman-teman DBS Bank. Nah untuk kamu yang belum sempat ikutan, jangan sampai terlewat event selanjutnya ya!

Advertisements

Merayakan Hari Film Nasional Bersama Wujudkan

Di penghujung bulan Film Nasional, #WujudkanHangout kembali digelar untuk memeriahkan Perayaan Bulan Film Nasional. Terasa antusiasme yang besar dari para Kreator khusus kategori film/video saat berkumpul pada 29 Maret 2015 yang lalu. Acara yang bekerjasama dengan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Indonesian Film Director Club (IFDC) dihadiri oleh 25 Kreator terpilih.

Kreator yang hadir tidak hanya mendapatkan informasi mengenai tips crowdfunding di Wujudkan.com namun juga mendapatkan kesempatan untuk PITCH Kreasinya. Juri yang dihadiri oleh Lasja F. Sustayo, Wilza Lubis, dan Mandy Marahimin, memberikan dukungan dana jutaan rupiah untuk Kreasi yang menang PITCH. Apa saja Kreasi yang menang?

https://wujudkan.com/project/a-weekend-with-the-sarwonos1/view/embed

https://wujudkan.com/project/red-from-the-west/view/embed

https://wujudkan.com/project/tujuh/view/embed

Bagaimana serunya #WujudkanHangout Perayaan Bulan Film?

   

      

      

 

Kamu pun bisa memberikan dukungan dana pada Kreasi-kreasi yang turut serta dalam Perayaan Bulan Film lewat link ini.

Kumpul-Kumpul Praktisi Crowdfunding

Untuk pertama kalinya, praktisi Crowdfunding Indonesia berkumpul di Warung Solo, Kemang, untuk silahturahmi dan berbincang mengenai nasib Crowdfunding Indonesia ke depan. Hadir di kumpul-kumpul kali ini, Mandy Marahimin (Wujudkan.com), Alderina Gracia (Wujudkan.com), Artanto Ishaam (Wujudkan.com), Jaenal Gufron (Ayo Peduli), M Alfatih Timur (Kita Bisa), Badar Motik (Kita Bisa), Vikra Ijas (Kita Bisa), Jennifer Tan (Mekar.biz) dan Lucky Andrianto (Mekar.biz).

Meskipun pertemuan ini terjadi antara Crowdfunding yang bergerak dalam lingkup yang berbeda-beda, namun semua memiliki kepedulian yang sama terhadap terbentuknya ekosistem Crowdfunding di Indonesia. Ayopeduli dan Kitabisa adalah Crowdfunding donasi-reward untuk proyek sosial, Mekar.biz adalah Crowdfunding pinjaman untuk UKM, sementara Wujudkan.com adalah Crowdfunding donasi-reward untuk industri kreatif.

Dalam suasana yang guyub, masing-masing peserta mengungkapkan cita-cita dan harapannya terhadap perkembangan Crowdfunding di Indonesia. Walaupun situs Crowdfunding donation-reward based seperti Wujudkan.com tidak memerlukan aturan hukum khusus, Wujudkan.com menganggap perlu adanya kejelasan hukum mana saja yang bisa dipakai untuk landasan operasional. Hal ini diamini oleh semua praktisi Crowdfunding lainnya.

Pada malam itu, disimpulkan juga bahwa untuk memajukan nasib Crowdfunding Indonesia dibutuhkan sebuah asosiasi. Asosiasi ini akan menaungi praktisi Crowdfunding dalam mengadakan komunikasi dengan pemerintah maupun masyarakat, untuk menciptakan ekosistem yang kondosif bagi perkembangan industri Crowdfunding di Indonesia. Mari kita tunggu hadirnya asosiasi tersebut!

Wujudkan Hadir di Crowdfunding Asia Summit Pertama

Selama 2 hari, 4-5 Agustus 2014, tim Wujudkan dengan dukungan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hadir di Crowdfunding Asia Summit pertama. Diadakan di Singapura, Wujudkan bertemu dan berbagi pikiran dengan pelaku Crowdfunding dari Taiwan, Kamboja, Singapura, Malaysia dan Thailand. Hadir pula pelaku Crowdfunding dari Amerika Serikat yang sudah lebih dulu memiliki Crowdfunding platform dan Kanada yang sudah memiliki hukum Crowdfunding namun tidak memiliki platformnya.

Di summit ini, semua pelaku Crowdfuding mengedepankan perlunya dukungan pemerintah terutama dalam hal aturan yang lebih baku untuk Crowdfunding. Wujudkan gembira melihat respon positif dari Kemenparekraf terhadap Crowdfunding. Diakui juga oleh seluruh pelaku Crowdfunding bahwa edukasi terhadap masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dilaksanakan.

Di Indonesia, terdata 6 Crowdfunding dengan jenis Donation-Reward dan Lending. Ibu Lolly dari Kemenparekraf menjelaskan bahwa, “Saya mendukung adanya Crowdfunding yang dapat menjadi titik pertama bagi Kreator yang ingin mewujudkan Kreasinya atau melakukan tes pasar terhadap Kreasinya namun belum memiliki kapasitas bertemu dengan Venture Capital.”

Wujudkan mengucapkan terima kasih kepada Departemen Kerja sama dan Fasilitas dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang sudah mendukung Wujudkan untuk mengikuti Crowdfunding Asia Summit ini.

IMG_20140804_135524