BAGAIMANA?

Mengubah Calon Pewujud Jadi Pewujud

Setelah berhasil menyebarkan link Kreasi kamu di media sosial dan e-mail, banyak orang atau yang calon Pewujud mengunjungi halaman Kreasi kamu di Wujudkan. Tantangan selanjutnya adalah, bagaimana calon Pewujud tersebut berubah menjadi Pewujud? Itulah yang akan dibahas di sini.

Untuk mensukseskan Kreasi crowdfunding kamu di Wujudkan, tentunya kamu nggak boleh sungkan buat ungkapin ke calon Pewujud kalau kamu butuh kontribusi dana mereka. Meski pada dasarnya kamu minta bantuan, tapi bukan berarti “minta-minta” lho. Nah, gimana kamu mengkomunikasikan maksud kamu biar nggak terkesan memaksa? Berikut tipsnya!

Bikin kampanyemu terasa mudah dan nyaman

Langkah pertama yang mesti kamu perhatiin adalah menampilkan Kreasi kamu di Wujudkan sebagai hal yang simpel dan gampang dipahami. Selain itu, pastiin juga kalau video atau gambar-gambar yang udah kamu siapin gampang buat diakses. Cara-cara ini akan bikin para calon Pewujud merasa nyaman sewaktu ngikuti kampanyemu.

Kamu juga harus ingat, Kreasi yang terkesan rumit dan susah buat dikerjain, akan kelihatan nggak meyakinkan. Calon Pewujud pastinya juga akan ragu buat mendukung Kreasi yang meragukan, kan?

Sampaikan idemu secara to the point

Kamu mesti ngungkapin ide dasar di balik Kreasimu secara langsung, to the point, nggak bertele-tele. Dengan sekilas baca aja, calon Pewujud yang udah mampir ke halama Kreasi kamu harus bisa menangkap langsung inti dari ide kamu. Kalau waktu yang dihabisin buat ngejelasin ide itu terlalu lama, mereka akan bosan dan pergi. Bukan cuma ide kamu nggak dimengerti, Kreasi kamu bisa jadi juga akan terlihat ribet dan nggak oke.

Jadi, pastikan penjelasanmu jernih dan simpel: apa pokok gagasanmu? Kenapa Kreasimu penting? Berapa dana yang kamu butuhin? Pastikan calon Pewujud nggak perlu bersusah-susah buat nangkap itu semua.

Sediakan pilihan Penghargaan yang simpel

Kalau ada calon Pewujud yang mulai tertarik sama Kreasimu, mungkin mereka akan langsung kepikiran: gimana caranya bantu kamu Wujudkan itu? Nah, buat menjawab pertanyaan ini, kamu mesti kasih tahu beberapa cara yang bisa mereka lakuin.

Misalnya, dengan menyediakan beberapa level Penghargaan yang bisa mereka pilih, mulai dari yang paling kecil sampai yang cukup besar. Buatlah paket Penghargaan yang beragam, misalnya mulai dari Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 500 ribu, dan seterusnya, biar semakin banyak pula ragam calon Pewujud yang terjaring.

Tapi ingat, pilihan yang kamu berikan ini jangan sampai terlalu ribet. Buatlah sejelas mungkin, contohnya begini: kalau Pewujud berkontribusi sekian, dia akan dapat Penghargaan ini, yang akan dikirim kira-kira sekian hari setelah Kreasi terWujud.

Gimana? Sudah dapat gambaran buat menarik calon Pewujud jadi Pewujud? Yang nggak boleh kamu lupa, siapa pun yang udah berkunjung ke halaman Kreasi kamu adalah calon Pewujud potensial. Kalau nggak, mereka nggak akan repot-repot mampir ke sana. Jadi, pastikan kamu bisa menyapa dan menarik dukungan mereka dengan cara yang tepat.

Trik Psikologis untuk Narik Calon Pewujud

Bikin kampanye crowdfunding nggak cukup cuma dengan ngejelasin siapa kamu dan Kreasi apa yang mau kamu bikin. Biar berhasil, kamu juga mesti pintar-pintar mainin caramu berkomunikasi dengan para calon Pewujud. Ada banyak trik psikologis yang bisa kamu pakai biar kampanyemu nggak kelihatan garing. Berikut ini beberapa trik jitu yang bakal bantu bikin gereget kampanye kamu.

Di video, menataplah langsung ke arah kamera

Kita sudah pernah bahas kalau video yang oke bisa bantu banget mensukseskan kampanye kamu. Sewaktu bikin video, jangan lupa menatap langsung ke arah kamera ketika kamu jelasin soal Kreasimu. Cara ini bantu kamu bikin eye contact sama calon Pewujud. Tanpa eye contact, calon Pewujud akan cenderung nggak nyimak. Hasilnya, mereka pun nggak akan cukup perhatian sama penjelasanmu.

Nah, gimana caranya biar bisa tetap menatap kamera pas bikin video? Kamu bisa pakai teleprompter. Tapi ada juga cara yang lebih praktis: hafalin baik-baik script yang sudah kamu bikin. Atau kalau kamu cukup percaya diri, coba aja bicara spontan dan tampil alamiah.

Pakai sudut pandang orang kedua sewaktu ceritain Kreasi kamu

Selain eye contact, cara lain buat narik perhatian calon Pewujud dan bikin mereka nyimak adalah dengan memakai kata ganti orang kedua. Sapalah calon Pewujud dengan memasukkan kata ganti “kamu” di dalam penjelasanmu. Dengan begitu, calon Pewujud akan merasa diajak dan terlibat.

Misalnya, kamu mau bikin Kreasi film pendek. Ketimbang bilang, “Film ini bercerita soal ABC,” lebih baik bilang saja, “Di film ini, kamu bakal nyaksiin cerita ABC.” Kalau calon Pewujud sudah merasa disapa dan dilibatkan, akan lebih gampang buatmu narik simpati mereka.

Tawarkan paket Penghargaan yang variatif ke Pewujud kamu

Salah satu kunci sukses kampanye crowdfunding adalah ngumpulin dana sedikit-sedikit dari Pewujud sebanyak-banyaknya. Cara yang bisa kamu lakukan buat mencapai hal ini antara lain menyediakan level donasi yang beragam. Biar lebih efektif, masukkan juga nominal terkecil yang masuk akal.

Misalnya, bikinlah level donasi mulai dari Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, Rp 500 ribu, dan seterusnya. Kalau level donasi minimal yang kamu siapin nominalnya terlalu besar, akan banyak calon Pewujud potensial yang kamu lewatkan karena mereka rasa yang kamu minta itu terlalu mahal.

Ingat, level donasi ini juga mesti kamu sesuaikan sama macam-macam Penghargaan yang kamu siapin. Intinya, makin banyak ragam nominal donasi dan Penghargaan yang kamu tawarkan, akan makin menarik pula kampanyemu bagi calon Pewujud.

Tetapkan durasi kampanye yang cukup pendek

Kamu mungkin berpikiran, durasi kampanye yang lama itu menguntungkan. Karena akan semakin banyak waktu yang kamu punya buat narik orang-orang jadi Pewujud kamu. Tapi itu nggak sepenuhnya benar, lho.

Semakin panjang durasi kampanyemu, otomatis semakin besar juga energi yang mesti kamu keluarin. Selain itu, akan semakin sulit jaga momentum. Apalagi jika kampanyemu terasa berlarut-larut. Dengan kata lain, durasi kampanye yang cukup pendek malah akan memudahkanmu buat mengorganisir kampanye, menjaga momentum, dan memelihara antusiasme para Pewujud.

Itulah tadi sebagian trik psikologis yang bisa kamu coba buat hidupin komunikasimu dengan calon Pewujud. Kini waktunya buatmu untuk mencobanya. Good luck!

Bikin Buku Kamu Bukan Sekedar “Fiksi” Lewat Crowdfunding

Buat kamu yang ingin nuangin ide segar dalam bentuk buku, crowdfunding bisa bantu banget wujudkan keinginan kamu itu. Buku fiksi ataupun nonfiksi sama-sama oke kok. Yang penting kamu jalanin kampanye kamu dengan tepat dan efektif. Sudah banyak Kreasi buku yang terwujud di Wujudkan, lho, misalnya aja buku Grunge Lokal, Rock Memberontak, Hearts of Volunteers, dan Book Junkies.

Nah, apa aja sih yang bisa kamu lakukan supaya kampanye crowdfunding buku kamu sukses? Simak deh beberapa tips dan trik berikut.

Ceritain inti buku kamu secara jelas dan padat

Sudah tentu calon Pewujud perlu tahu apa isi buku kamu. Tapi mereka nggak perlu tahu semuanya, kan, karena itu akan mereka baca langsung jika nanti bukumu udah terbit. Yang perlu mereka tahu cuma pokok-pokok dari buku itu: apa topiknya, untuk siapa, dan apa yang membuat buku itu lain dari yang lain.

Kalau kamu ingin nulis buku non fiksi, penting juga buat ungkapin, problem apa yang dibahas? Dan gimana solusi yang kamu tawarkan? Dengan begitu, kamu juga bisa ungkapin kenapa buku ini penting. Terangkan semuanya secara padat, tapi jelas. Nggak perlu detail banget, yang penting cukup buat ngasih gambaran ke calon Pewujud kamu.

Jabarin outline buku kamu

Kamu bisa menyentil imajinasi calon Pewujud dan membuat mereka antusias dengan cara mem-breakdown isi buku yang sudah kamu rencanain. Ini semacam kerangka tulisan yang bakal kamu kembangin. Coba jabarin apa aja bab yang mau kamu tulis. Lalu, kasih keterangan secukupnya, apa isi dari tiap-tiap bab itu.

Tampilin sampul sementara buku kamu

Pepatah bilang don’t judge a book by its cover. Tapi di kenyataan, sampul justru bisa nentuin banget, lho, apakah buku itu menarik atau nggak buat pembaca. Sampul yang oke nggak cuma menarik perhatian, tapi juga ngundang rasa penasaran dan antusias.

Karena itu, kamu perlu pikirkan rencana sampul yang bakal kamu pakai, meski boleh jadi kamu akan menggantinya nanti. Dan jangan berpikiran buat bikin seadanya aja. Kamu perlu bersungguh-sungguh. Karena selain menambah daya tarik buku, sampul juga bisa nunjukin seberapa serius kamu mau nerbitin bukumu.

Kemas buku kamu jadi Penghargaan yang beraneka ragam

Salah satu keunikan crowdfunding buku adalah kemiripannya dengan sistem pre-order. Dalam pre-order, pembaca udah pesan duluan sebelum suatu buku dipublikasikan. Begitu juga sama crowdfunding ini. Para Pewujud adalah calon pembaca yang udah memesan buku kamu sebelum buku itu kamu cetak. Jadi, Penghargaan apa yang lebih cocok, kalau bukan buku itu sendiri?

Nah, yang perlu kamu lakuin adalah menyajikan buku kamu dalam beragam “kemasan”. Misalnya, kamu sediakan beberapa paket Penghargaan. Untuk Pewujud yang nyumbang paling sedikit, kamu bisa kasih mereka dalam bentuk e-book. Untuk Pewujud dengan nominal donasi paling besar, kamu bisa lengkapi paket buku hardcover  plus tanda tangan, audiobook  dan diundang ke acara peluncuran buku kamu.

Mungkin masih ada banyak tips dan trik lain untuk crowdfunding buku. Tapi itu tadi tips-tips mendasar yang penting banget buat kamu perhatiin. Jadi, good luck dan selamat mencoba!

Maksimalkan Penggunaan E-mail untuk Wujudkan Kampanye Crowdfunding

Seberapa luas jaringan yang bisa kamu bangun berpengaruh banget ke berhasil–nggaknya kampanye crowdfunding kamu, lho. Karena itu, penting buat mengoptimalkan jangkauan e-mail kamu.

Menurut survei yang dilakukan salah satu situs crowdfunding di Amerika Serikat, e-mail yang oke akan bantu kamu banget buat kumpulin 30 % pertama dana yang kamu butuhin. Kalau ini sudah terkumpul, akan lebih banyak deh calon pewujud yang yakin buat kontribusi ke Kreasi kamu.

Nah, gimana caranya memaksimalkan penggunaan e-mail? Simak beberapa tips ini:

Bikin rancangan e-mail kamu

Isi e-mail yang kamu sebarin mesti disesuaikan sama orang yang kamu tuju. Bikinlah template e-mail kamu untuk tiga kelompok yang berbeda: lingkaran terdekat kamu, lingkaran calon pewujud yang lebih luas, dan media. Untuk setiap sasaran, pendekatan kamu mesti berbeda. Tapi semuanya sama-sama perlu memperhatikan poin-poin di bawah ini.

  1. Sapa penerima e-mail kamu dengan nama mereka biar lebih personal. Dan salami mereka dengan cara yang akrab.
  2. Ceritakan soal Kreasi kamu, apa yang melatarbelakangi dibuatnya Kreasi dan mengapa penting untuk dibuat.
  3. Ungkapkan kesamaan nilai dan kepentingan antara Kreasi kamu dengan penerima e-mail kamu itu. Intinya, bikin calon Pewujud merasa bahwa mereka mesti terlibat dalam Kreasi kamu.
  4. Jelasin ke mereka apa yang bisa mereka lakukan buat bantu Wujudkan Kreasi kamu. Jangan lupa kasih tahu juga link atau informasi yang bisa mereka baca supaya tahu caranya bantu kamu. Misal halaman Kreasi kamu di situs Wujudkan, nomer telepon kamu atau akun media sosial kamu.
  5. Gambar-gambar memang nggak harus ada di dalam e-mail. Tapi nggak ada salahnya memasukkan gambar pendukung supaya pesan kamu tambah jelas dan lebih visual.

Kapan waktu yang tepat untuk kirim e-mail?

Untuk para calon Pewujud, kamu bisa mulai kirim mereka beberapa hari sebelum launching kampanye kamu. Lalu, kontak mereka lagi segera setelah launching. Mintalah mereka untuk berkontribusi. Juga, minta mereka untuk sebarin soal Kreasi kamu ke jaringannya.

Untuk ke media, sebaiknya jangan buru-buru kontak mereka. Kirimlah e-mail setelah kampanye kamu punya pijakan yang kuat dan Kreasi kamu kemungkinan besar bakal terwujud. Soalnya, media cuma tertarik jika kampanye kamu sudah mulai kelihatan suksesnya.

Nah, sudah tahu kan, caranya merancang e-mail kamu biar jangkauannya oke? Coba saja ikuti tips-tips di atas. Tapi jangan lupa, tambahin juga sentuhan personal dan kreatifmu sendiri, ya.

Bangun Tim yang Solid untuk Kampanye yang Sukses

Bikin crowdfunding kamu berhasil memang butuh kerja keras. Kamu bisa saja mengerjakan semuanya sendiri. Tapi, kerja tim buat kampanye crowdfunding itu bagus banget, lho. Paling nggak, kamu nggak akan sepontang-panting kerja sendiri.

Salah satu crowdfunding platform di Amerika Serikat juga punya data kalau crowdfunding yang dikerjain sama tim kemungkinan berhasilnya nambah 94 %! Bahkan dua orang saja bisa besar banget pengaruhnya ketimbang satu orang.

Nah, gimana caranya bikin tim yang solid? Simak info penting berikut ini.

Bangun tim yang sepaham sama kamu

Yang paling penting buat bikin tim yang solid adalah semuanya sama-sama antusias sama Kreasi kamu dan ingin supaya ide itu terwujud. Cobalah cari anggota tim dari lingkaran pertemanan terdekat dulu. Kalau memungkinkan, kamu juga bisa cari anggota tim yang profesional. Kamu bisa lirik-lirik kontak di jejaring media sosial yang kamu punya. Siapa tahu ada kenalan yang punya background oke untuk kamu rekrut. Dan bisa jadi, juga ada yang punya pengalaman menggarap sesuatu yang serupa dengan Kreasi kamu.

Update terus diskusi di media sosial yang cocok sama Kreasi kamu. Ini bagus untuk tahu perkembangan terbaru di bidang kamu. Siapa tahu kamu bisa dapat inspirasi untuk menyempurnakan ide kamu.

Bikin jaringan yang solid

Jaringan yang luas dan kuat akan bantu bikin tim kamu tambah solid, lho. Bangunlah relasi dengan blogger atau reporter yang punya reputasi. Khususnya yang sama-sama menggeluti bidang kamu. Relasi ini bakal bantu kamu membangun brand, dan akhirnya pengaruh banget ke warna tim yang kamu bikin.

Jangan lupa juga kalau anggota tim kamu pasti punya jaringan pertemanan mereka sendiri. Jadi, mintalah tim kamu untuk mendata semua kontak yang mereka punya, yang berpotensi jadi Pewujud kamu nantinya. Kumpulkan kontak dari akun email, Facebook, Twitter, Path, dan semua media sosial yang kalian pakai.

Jaringan awal yang kamu bangun ini akan jadi basis buat kampanye kamu. Kalaupun nggak semuanya bisa kasih kontribusi dana, kamu tetap bisa minta tolong mereka buat ikut sebarin ide Kreasi yang kamu punya.

Kasih tugas yang cocok ke orang yang tepat

Salah satu keuntungan kerja tim adalah semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua orang juga punya karakter sendiri-sendiri. Ada yang optimis banget, ada yang sebaliknya.

Psikolog Amerika, Martin Seligman, punya teori kalau optimis dan pesimis sama-sama dibutuhkan bagi kerja tim yang bagus, lho. Mereka cocok buat ngerjain tugas yang berbeda-beda.

Orang yang optimis biasanya kreatif dan pintar jaga relasi. Mereka cocok buat bikin konten Kreasi, jadi juru bicara, dan jaga semangat tim. Sementara orang yang pesimis biasanya teliti, perfeksionis, dan realistis. Mereka ini cocok untuk bikin perhitungan biaya dan memantau track kerja kalian.

Jadi, kenali kompetensi dan karakter masing-masing anggota tim sebelum bagi-bagi tugas, ya.

Berbagi Cerita Buat Wujudkan Kreasi Kamu

Crowdfunding memang membantu kamu kumpulkan dana buat merealisasikan Kreasimu. Tapi inti dari crowdfunding bukanlah minta-minta, melainkan berbagi ide dan minat. Kamu perlu membuat para calon Pewujud ikutan bersemangat dengan ide kamu dan ingin ikut mewujudkannya. Nah, biar dapat banyak dukungan, kamu perlu berbagi cerita yang oke tentang Kreasi yang akan kamu kerjakan.

Bagaimana membuatnya? Apa saja yang harus ada di dalam cerita kamu? Berikut beberapa hal yang nggak boleh kamu lewatkan:

Perkenalkan Diri Kamu

Bukan cuma kamu, tetapi juga tim kamu, tentunya. Akan lebih baik kalau kamu punya Kreasi-Kreasi lain yang sudah pernah kamu buat sebelumnya. Dengan menyebutkan semua itu, para calon Pewujud akan lebih percaya kalau kamu memang layak didukung untuk mewujudkan Kreasimu yang selanjutnya.

Ceritakan Kreasi yang Mau Digarap

Ceritakan apa yang sedang kamu kerjakan. Semakin detail, semakin baik. Boleh juga tambahkan sketsa, prototipe, atau teaser tentang Kreasi itu. Yang penting jangan jadi bertele-tele—singkat, tapi jelas dan to the point. Untuk contoh dengan sketsa dan teaser yang oke, kamu bisa lihat cerita tentang Kreasi film pendek Fajar Ramayel yang berjudul Lukisan Nafas.

Ceritakan Apa yang Jadi Inspirasi Kamu

Calon Pewujud akan semakin paham dan tertarik pada ide kamu kalau mereka tahu sejarahnya. Ceritakan bagaimana kamu dapetin ide dari Kreasi kamu dan mengapa Kreasi ini penting untuk diwujudkan. Siapa tahu kamu dan calon Pewujud punya ketertarikan yang sama, dan mereka jadi ikutan me-Wujudkan Kreasimu, deh.

Jelaskan Rencana Kamu

Ide yang menarik pastinya harus dieksekusi dengan baik. Calon Pewujud akan yakin kamu bisa mengeksekusinya kalau mereka tahu kamu punya rencana yang matang. Karena itu, ceritakan rencanamu sejelas mungkin. Plus, sertakan juga timeline Kreasi juga.

Paparkan Rincian Anggaranmu

Berapa banyak sih, dana yang kamu butuhin? Terus, digunakan buat apa saja dananya? Buatlah breakdown yang cukup detail, simpel, dan masuk akal. Ini akan menumbuhkan kepercayaan calon Pewujud bahwa kamu bisa mengelola dana mereka dengan bijaksana. Cerita Charlotte Cynthia tentang film Ondel-Ondel Kreasinya mungkin bisa menginspirasi kamu.

Apa Pentingnya Kreasi kamu?

Ceritakan apa yang membuat kamu semangat untuk me-Wujudkan idemu. Tapi nggak cukup jika Kreasi itu hanya bermanfaat buat kamu saja. Ceritakan juga bagaimana Kreasi itu bisa jadi penting buat orang lain, termasuk para calon Pewujud kamu. Kamu bisa lihat contohnya dari cerita Yu Sing tentang Kreasinya untuk Rumah Uay.

Poin-poin di atas akan membantumu membuat cerita yang nyambung dengan calon pendukung kamu. Silakan coba, dan semoga Kreasi kamu juga bisa terwujud!

Kreasi Terwujud, Selanjutnya Ngapain?

Selamat! Atas kerja keras kamu selama kampanye, Kreasi kamu berhasil Terwujud di Wujudkan. Kamu bisa merayakannya dengan sujud sukur, makan-makan, atau sekedar melakukan “happy dance”.

Eits, tapi jangan berlebihan, ya.  Karena masih banyak hal yang harus kamu lakukan, seperti berikut ini:

Ucapin Terima Kasih

Yup! Sekarang waktunya mengganti update status di media sosial dari kampanye ke rasa syukur dan terima kasih kepada semua khalayak ramai. Ada baiknya juga kamu mengirimkan ucapan terima kasih secara pribadi ke masing-masih Pewujud yang mendonasikan uangnya demi terwujudnya kreasi kamu. Entah itu via e-mail, SMS, atau WhatsApp dan lainnya.

Fokus pada Kreasi

Inilah inti dari kampanye kamu selama ini. Dana sudah terkumpul, dan sekarang tinggal menggunakannya untuk menyelesaika Kreasi kamu. Bedanya sekarang, sudah banyak yang mendukung dan menunggu Kreasi kamu selesai. Pastikan dana dipakai dengan budget yang sudah dibuat selama ini. Begitu juga dengan proses produksi.

Rajin Kasih Update ke Pewujud

Banyak Pewujud yang ingin tahu progress Kreasi yang sedang kamu buat. Coba deh kamu ceritain dalam bentuk teks, foto maupun video. Untuk kebutuhan ini, kamu bisa memaksimalkan fitur Blog dalam Wujudkan. Kamu bisa mencontek Mira Lesmana yang rajin memberikan update di Kreasi film Atambua 39°C yang berhasil terwujud hingga 300 juta lebih.

Kirim Penghargaan

Seperti dalam Wujudkan, Pewujud dapat menyumbang dengan meminta sebuah Penghargaan sebagai imbal baliknya. Nah, sekarang saatnya kamu mulai mengecek kembali daftar Penghargaan, jadwal pengiriman, kontak, dan alamat para Pewujud. Pastikan semua Penghargaan yang harus dikirim sesuai dengan tanggal yang tertulis di situs Wujudkan. Update mengenai pengiriman Penghargaan ini bisa kamu tulis di Blog juga.

Udah nggak bingung lagi kan sekarang? Nah, sekarang waktunya kamu menyelesaikan Kreasi kamu! Semangat!