Uncategorized

Crowdfunding untuk Perubahan Sosial, Kenapa Nggak?

Sudah tahu kan, kalau inti crowdfunding itu nggak sekadar cari dana? Tapi juga nyebarin semangat dan nularin gagasan. Buat apa? Buat mendorong perubahan di sekitar kamu, supaya kehidupan orang-orang juga makin baik dan sejahtera. Itulah yang coba dilakukan oleh teman-teman di Perkumpulan Indonesia Berseru. Melalui Komunitas Pemberani yang mereka bentuk dengan bekerjasama bareng Wujudkan dan Oxfam, mereka mengundang para Kreator untuk me-Wujudkan ide-ide yang bisa kasih kontribusi buat perubahan sosial.

Nah, dalam wawancara via e-mail dengan Wujudkan, Zaenatul Nafisah mewakili Perkumpulan Indonesia Berseru berbagi cerita soal pengalaman mereka mengkampanyekan Kreasi-Kreasi sosial via crowdfunding. Simak deh, cuplikan wawancaranya!

 

Sebelumnya, mungkin banyak yang belum tahu apa itu Perkumpulan Indonesia Berseru. Bisa diceritain singkat nggak, apa itu Perkumpulan Indonesia Berseru? Dan dari mana ide bikin perkumpulan ini muncul?

Perkumpulan Indonesia Berseru itu lembaga nonprofit dan independen yang mendedikasikan kerja dan karyanya buat ngasih kontribusi pada perubahan sosial di Indonesia. Sebagian besar kerja-kerjanya dilakukan lewat kerja komunikasi.

Ide buat membangun perkumpulan ini muncul setelah menggeluti aktivisme selama beberapa tahun. Kami lihat banyak banget kerja dan Kreasi yang perlu dikomunikasikan biar dapat dukungan lebih luas dari masyarakat, pemerintah, atau pihak-pihak lainnya. Selama ini banyak cara komunikasi yang nggak tepat, sehingga membuat inisiatif perubahan ke arah yang lebih baik tidak tertangkap. Bahkan sering pula disalahartikan, sehingga nggak menghasilkan perubahan di tingkat pengetahuan, kesadaran, apalagi kebijakan dan perilaku. Komunitas Pemberani merupakan inisiatif untuk mendorong anak muda agar lebih positif dalam menggunakan sosial media. Contohnya untuk mengumpulkan dukungan lebih luas atas ide-ide keren mereka.

 

Tahun lalu kalian kan membuat Kreasi-Kreasi Komunitas Pemberani. Apa sih sebenarnya Komunitas Pemberani itu? Lalu, apa bedanya dari kegiatan-kegiatan kalian yang dulu?

Komunitas Pemberani merupakan inisiatif buat mendorong anak muda biar lebih positif dalam menggunakan sosial media. Contohnya untuk ngumpulin dukungan luas buat ide-ide keren Kreasi mereka. Bedanya sama kegiatan yang dulu, sebelumnya lebih ke kerjasama menyebarkan ide, misalnya soal pangan lokal dan keadilan iklim, lewat kegiatan-kegiatan offline seperti food film festival dan diskusi keliling.

 

Sejauh ini, sudah berapa banyak Kreasi yang berhasil terwujud melalui Komunitas Pemberani? Mungkin bisa disebut beberapa contohnya?

Tahun 2015 ada tiga Kreasi yang berhasil terwujud: Jejaring Pangan Lokal “Panganku, Panganmu”UpCycling Project untuk Anak Putus Sekolah, dan Padepokan Pemuda Pemudi. Semuanya inisiatif dari Jogja. Tahun 2016 ada 5 Kreasi, di antaranya Minuman Cai Pala Pengurang Stres dan Locavore Brownies.

 

Kreasi-Kreasi yang difasilitasi Perkumpulan Indonesia Berseru kan kebanyakan community development (com-dev). Apa bedanya dengan com-dev konvensional yang biasa dikerjakan oleh LSM atau CSR perusahaan?

Community development yang dilakukan sebenarnya sama saja. Bedanya cuma pada pelaku dan strategi awalnya saja. Kalau LSM biasanya menjalankan com-dev dengan penekanan kepada proses internal terlebih dahulu, seperti pengorganisasian masyarakat dan pengembangan program. Bisa aja ini dikembangkan secara mandiri, dan kalau butuh dukungan pendanaan yang lebih, mereka pakai kekuatan satu atau dua donor. Sementara com-dev yang dilakukan oleh anak-anak muda di Komunitas Pemberani lebih fokus ke penggalangan dukungan dan dana lewat media sosial. Jadi, anak-anak muda ini sudah menularkan semangat, ide, dan antusiasme mereka sejak awal Kreasi digagas melalui media sosial.

 

Apa yang membuat kalian mencoba crowdfunding? Dan kalau boleh tahu, kenapa akhirnya memutuskan buat mencobanya di Wujudkan.com?

Kami nggak beralih total dari com-dev konvensional. Cuma memperkaya strategi dengan crowdfunding. Apalagi ini adalah era media sosial. Banyak kampanye yang cukup sukses dengan memakai media sosial, sehingga layak dicoba. Media sosial kan nggak cuma buat mengekspresikan diri saja, tetapi juga buat menularkan semangat dan mengajak berbagi. Media sosial bisa jadi alat untuk nyebarin ide dan menggerakkan orang untuk terlibat.

Pada awalnya, ada dua platform yang sempat kami ajak diskusi. Salah satunya Wujudkan.comWujudkan memang lebih banyak fasilitasi kerja-kerja kreatif seperti film dan buku, dan banyak banget anak muda yang gabung. Ini jadi salah satu pertimbangan penting buat menularkan semangat.

Selain itu, pas Kreasi kami mau dimulai, platform corwdfunding yang lain itu berhenti beroperasi. Makanya, kami jadi lebih intens berkomunikasi sama Wujudkan. Dan ternyata, yang paling penting yang kami temukan adalah adanya kesamaan visi dan ketertarikan antara PIB dan Wujudkan.com untuk ngasih ruang ke anak-anak muda buat nyebarin semangat dan ide mereka, serta mewujudkannya lewat crowdfunding.

 

Lalu, apa sih keuntungan dan manfaat melakukan com-dev melalui crowdfunding, dibanding com-dev konvensional?

Keunggulan crowdfunding, ide sudah tersebar luas meski Kreasinya belum jalan. Tersebarnya ide ini bisa memantik ide-ide lain di kalangan anak-anak muda. Ini juga mendorong anak muda untuk lebih fokus pada perencanaan dan gimana mencapainya.

 

Yang namanya com-dev kan biasanya jangka panjang. Setelah kampanye crowdfunding via Komunitas Pemberani berhasil, apa lagi yang dilakukan supaya Kreasi com-dev yang kalian fasilitasi bisa terus berjalan dan mencapai tujuan?

Tentunya kami tetap berkomunikasi dan terus mendukung Kreasi Komunitas Pemberani. Misalnya, dengan Kreasi Jejaring Pangan Lokal kami melakukan kerja bareng untuk memperkuat gerakan mereka. Dengan UpCycling Project untuk Anak Putus Sekolah, kami bantu promosiin produk-produknya. Begitu juga dengan Ricebran Brownies.

 

Apakah crowdfunding cukup membantu dalam menyukseskan program-program com-dev yang sudah dicoba?

Ngebantu banget. Paling nggak dalam beberapa hal. Dalam hal memantik gagasan, crowdfunding menyadarkan dan menyebarkan gagasan bahwa ide mereka layak diwujudkan dan mendapatkan dukungan dari orang lain, bahkan yang nggak dikenal sekalipun.

Dalam pendanaan, crowdfunding jadi alternatif pendanaan com-dev yang dibutuhkan banget di Indonesia. Selain itu, crowdfunding juga membangun kepercayaan diri dan kreativitas. Beberapa Kreasi yang inisiatifnya lewat crowdfunding ternyata bisa lebih berkembang dan mendapatkan dukungan dari pihak lain. Bahkan misalnya, Jejaring Pangan Lokal dan Padepokan Pemuda Pemudi kemudian mengolaborasikan Kreasi mereka.

 

Advertisements

Dua Kali Kreasi Nggak Terwujud, Kreator Lukisan Nafas Akhirnya Berhasil

Nggak semua kreasi crowdfunding bisa cepat terwujud. Beberapa kreator harus berulang kali gagal. Seperti Fajar Ramayel (F) dan Septika Ranu (R), kreator dari film animasi Lukisan Nafas. Tapi, itu nggak masalah buat mereka. Setelah ngubah strategi rencana, akhirnya kampanye mereka berhasil!

Penasaran gimana caranya? Simak wawancara Wujudkan dengan mereka via e-mail!

Halo Fajar dan Ranu! Selamat ya, atas keberhasilan terwujudnya Kreasi Lukisan Nafas!

F: Iya terima kasih.

R: Terima kasih banyak sebelumnya, ini semua terwujud berkat campur tangan teman-teman, tim produksi, beserta Tuhan. Kami sangat bersyukur Lukisan Nafas ini bisa terwujud.

Sebelumnya ngomongin Lukisan Nafas, boleh tahu dari mana kalian tahu tentang konsep crowdfunding, dan akhirnya memutuskan untuk coba di Wujudkan?

F: Pertama kali dulu taunya karena pernah nyoba untuk crowdfunding di Wujudkan untuk Kreasi saya yg pertama, namanya Betterworld, saat itu saya memilih-milih beberapa platform crowdfunding yg cocok dengan Kreasi kita. Akhirnya memilih Wujudkan karena pernah ada keberhasilan terkumpul target dana yg cukup besar untuk Kreasi film yaitu Atambua 39°Celcius oleh Mira Lesmana. Terus, karena Kreasi saya berupa film maka lebih cocok dengan Wujudkan karena pengelolanya adalah orang-orang film.

R: Saya pribadi tahu Wujudkan ini dari Fajar yang pernah ikut kampanye sebelumnya di kreasi film pertamanya. Saya kira Wujudkan merupakan salah satu inovasi perkembangan crowdfunding untuk karya anak negeri yang tak ada salahnya dicoba. Banyak karya film-film pendek animasi yang berhasil seperti teman kami, Galang lewat Kreasinya, “Seko”.

Sebelum menggunakan crowdfunding, dari mana biasanya kalian mencari dana?

F: Pada awalnya dari uang pribadi, setelah itu mencoba berburu dana dari corporate social responsibility (CSR) namun belum ada yang menanggapi, maka saya mencoba cara crowdfunding.

R: Kami dan tim dan kebanyakan kreator film animasi pendek biasanya menabung untuk membuat film animasi atau dengan suntikan dana CSR .Tetapi cara pertama kami yang langsung kami pakai yaitu crowdfunding.

Nah, sebelumnya Fajar kan pernah bikin kreasi Betterworld dan nggak berhasil mencapai target dana. Lalu, apa sih yang akhirnya membuat kalian mau coba crowdfunding lagi?

F: Mungkin lebih karena terpaksa, ya, haha, karena belum menemukan cara lain.

R: Saat Program #BulanFilm September Film Ceria 2015 kemarin yang dibuat oleh Wujudkan, kami diberi kesempatan untuk pitching di depan filmmaker besar untuk mempresentasikan proposal Kreasi Lukisan Nafas. Bagi kami itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

 Apa aja saja pembelajaran yang kalian dapetin selama kampanye Betterworld? Lalu, gimana sih kalian memperbaikinya untuk akhirnya dilakukan di kampanye Lukisan Nafas?

F: Jangan menentukan target dana yang terlalu besar, kalaupun dana yang dibutuhkan memang besar sebaiknya dijadikan beberapa tahap kampanye. Buatlah rancangan dana yang lebih efisien dan masuk akal. Kedua, dengan membuat fanbase agar Kreasinya bisa lebih dikenal masyarakat

R: Ya benar. Anggaran harus tersusun rapih agar bisa dibaca orang, harus jelas ke mana dana mengalir. Lalu, membuat sistem strategi penjawalan distribusi informasi melalui media sosial. Terus, riset film dan tahap pre-production yang rapi menjadi kunci keberhasilan.
Untuk Lukisan Nafas pun kalian melakukannya dua kali. Dari kampanye pertama yang gagal mencapai target kembali, apa saja pelajaran yang kalian dapatkan?

F: Bahwa target dana yang saya ajukan Kreasi saya belum cukup relevan bagi kapasitas saya saat ini, dan saya harus membuat Kreasi saya ini lebih populer lagi.

R:  Pertama sih, jangan malu minta pertolongan dari manapun, baik itu dari senior dll, pertolongan kadang2 datang dari orang yang tak terduga. Kedua,  pentingnya strategi manajemen penjadwalan media sosial. Media ini 100℅ berperan aktif membantu kami dalam kampanye. Terus untuk kampanye, saran saya bagi para Kreator lain, penting punya tim yang khusus untuk membuat content untuk mendistrubusikan informasi pada masyarakat. Nah, tim khusus tersebut harus di luar orang yang terlibat dalam produksi.

 Ngerasa trauma ga sih sudah dua kali gagal lewat crowdfuding?

F: Trauma sih nggak, segala sesuatu pasti ada plus dan minusnya kok, kalo minus dari sistem crowdfunding yg saya kurang sreg, adalah kita harus membongkar progress proses kreatif kita sebelum Kreasi selesai untuk menarik simpati audiens, bagi saya pribadi itu seperti menjadi beban moral tersendiri.

R: Tidak, kami justru merasa senang dan tertantang. Banyak pelajaran yang kami petik pada campain pertama kami.  Saya tertantang harus bertemu dengan orang-orang, berkomunikasi, membuat perancangan strategi,  dll.

Lalu, apa yang membuat kalian mau coba lagi?

F: Karena sistem crowdfunding adalah salah satu alternatif yang masuk akal bagi saya saat ini, selain mencoba cara yang lain.

R: Kami diberi kesempatan kedua oleh pihak Wujudkan. Itu jarang diberikan oleh crowdfunding yang lain.

Ngomong-ngomong tentang Penghargaan, apakah hal tersebut mendorong orang-orang bantu untuk nyumbang? Ada nggak yang mereka favoritkan?

R: Intinya makin unik suatu penghargaan makin banyak dipilih oleh pewujud. Untuk Kreasi Lukisan Nafas, banyak pewujud yang memilih Penghargaan totebag.
Pewujud kalian dari mana aja? Kerabat, teman atau benar-benar orang asing?

F: Sebagian besar dari teman, dan ada juga dari orang-orang yang belum dikenal.

R: Ya, kebanyakan dari teman, beberapa filmmaker dan orang yang saya tidak kenal sama sekali.

Menurut kalian, apakah crowdfunding cocok untuk kreasi-kreasi dengan target dana besar seperti animasi?

F : Crowdfunding bagi saya hanya sebagai salah satu alternatif dalam mengumpulkan dana, karena keberhasilan kampanye Lukisan Nafas tahap kedua tidak sepenuhnya menutupi target dana yang dibutuhkan, sehingga saya harus lebih memikirkan sumber dana lain untuk menutupi kekurangannya dan juga memperketat kebutuhan sesuai prioritas. Namun kembali lagi, crowdfunding hanya sebagai salah satu alternatif, bukan masalah cocok atau tidak cocok, ada juga kok Kreasi animasi yang sukses karena crowdfunding.

R: Ya, animasi film yang menganggarkan dana yang besar tapi tak menutup kemungkinan menggunakan media crowdfunding. Sekali lagi para Kreator harus membuat tim khusus distribusi informasi di luar proses produksi. Crowdfunding bisa menjadi alternatif yang sangat baik untuk industri animasi ini

Terakhir, apa pesan untuk calon Kreator di luar sana yang ingin mencoba crowdfunding?

F: Sejauh ini berdasarkan pengalaman saya dalam mencoba sistem crowdfunding, hal-hal yang menentukan keberhasilannya adalah, pertama kepopuleran Kreator, maka dari itu kamu harus lebih membuka diri dalam pergaulan terutama di komunitas yang sesuai dengan ekosistem Kreasi kamu. Lalu, bagaimanapun kamu harus mempopulerkan Kreasi kamu, beritahu banyak orang bahwa kamu sedang membuat Kreasi keren dan kamu sedang butuh bantuan dalam merealisasikannya. Selain itu, pentingnya Kreasi kamu bagi masyarakat, sehingga masyarakat juga merasa ‘harus’ membantu. Pola pikir ini bisa kamu bentuk dengan cara kamu mempresentasikan dan mengemas konsep Kreasi kamu dengan baik dan dengan cara pandang yang sesuai dengan masyarakat umum. Terakhir, faktor luck. Tidak bisa dipungkiri ini juga memegang peranan penting, jadi sebaiknya banyak-banyak berdoa, dan banyak bersedekah, banyak bantu orang lain juga dengan Kreasi mereka. Percaya atau tidak, roda kebaikan itu berputar, dan sangat mungkin akan segera menghampiri kamu. You can create your own luck, too!

R: Jangan takut gagal! Besar kecil Kreasi yang kalian kerjakan pasti selalu memberikan pembelajaran. Jangan malu bertanya pada para Kreator yang sudah sukses mintalah saran dan masukan untuk selalu memberbaharui diri. Untuk crowdfunding fokuskan untuk orang-orang yang ada di lingkungan sekitar dulu, seperti keluarga, teman dekat, komunitas dll. Terus belajar dan bereksplorasi dan petik pelajaran-pelajaran dari setiap Kreasi crowdfunding baik itu yang gagal maupun yang berhasil. Terus pas kampanye, nikmati prosesnya dari awal sampai akhir dan terus berusaha berdoa. Usaha keras itu tidak pernah mengkhianati.

 

 

Asu Gancet: Komposisi Kenangan, Cinta, dan Ketidakberdayaan

Pada Perayaan Bulan Film Nasional yang diadakan di Wujudkan.com selama bulan Maret yang lalu, kami menerima beberapa kreasi film. Salah satunya adalah kreasi film berjudul “Asu Gancet”.

“Asu Gancet” adalah sebuah film dokumenter berdurasi 60 menit, yang memotret kenangan, cinta, dan ketidakberdayaan akibat perubahan iklim. Film ini dikisahkan dari kacamata tiga nenek kakak beradik yang selalu membuat komposisi musik lesung untuk menandai masa menjelang tanam, masa menjelang panen, dan masa perayaan panen. Judul “Asu Gancet” sendiri diambil dari judul komposisi musik yang dimainkan dengan lesung.

Film dokumenter berdurasi 60 menit ini dibuat oleh Tonny Trimarsanto. Yuk, kenal lebih dekat dengan Tonny Trimarsanto.

Tonny Trimarsanto adalah seorang pembuat film dokumenter yang tidak banyak bicara, tapi darinya telah lahir 38 karya yang mendapatkan berbagai penghargaan dari festival-festival film internasional. Beberapa karyanya adalah “Gerabah Plastik” (2002) – memenangkan penghargaan sebagai Film Terbaik pada Indonesian Doc Film Festival, “The Dream Land” (2003) – memenangkan penghargaan sebagai New Asia Current Special pada Yamagata Int Film Festival Japan dan Excellence Award pada Earth Vision Tokyo International Film Festival, dan “Serambi” (2006) – masuk menjadi film peserta kompetisi pada 59th Cannes Film Festival 2006 (Un Certain Regard).

Tonny bukan tokoh baru di dunia film dokumenter Indonesia. Tinggal di Klaten, DI Yogyakarta, Tonny senang mengangkat kisah-kisah di sekitarnya. Pada tahun 2011, ide Tonny untuk membuat film tentang privatisasi air terwujud dalam film “Mandor Banyu” (It’s a Beautiful Day) yang berlokasi di Desa Kotakan, Sukoharjo. Dan pada tahun berikutnya, Tonny yang diminta oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim, kembali ke Desa Kotakan untuk membuat sebuah karya dokumenter berjudul “Bumiku” yang mengangkat topik perubahan iklim dan ditargetkan untuk anak-anak. Film “Bumiku” inilah yang mempertemukan Tonny dengan tiga nenek pemain musik lesung, yang kemudian menggugah Tonny untuk membuat film “Asu Gancet”

Nah, jangan sampai kamu tertinggal jadi bagian dari karya keren mas Tonny selanjutnya! Sumbang Kreasi Film Asu Gancet di Wujudkan.com.

Calling All Filmmakers!

Selama bulan Maret, Wujudkan.com ikut merayakan Bulan Film Nasional. Semua Kreasi Film yang mulai kampanye di bulan Maret, dapat menikmati bebas biaya administrasi.

Bukan itu saja, Wujudkan.com juga akan Wujudkan Hangout, sebuah event offline, dimana semua kreator film Wujudkan dapat bertemu dan melakukan sharing. Acara ini hasil kerjasama Wujudkan.com dengan Aprofi (Asosiasi Produser Film Indonesia) dan IFDC (Indonesian Film Directors Club), dua organisasi profesi film. Pembicara dari Aprofi dan IFDC akan memberikan sharing tentang industri film Indonesia.

Dalam acara Wujudkan Hangout ini, juga akan ada acara pitching session, dengan hadiah hibah melalui crowdfunding. Yuk baca detailnya di sini: https://wujudkan.com/…/detail/perayaan-bulan-film/keterangan

Lagi nggak ada ide bikin film? Kalau gitu, ikut meramaikan saja. Lihat semua Kreasi film yang sedang menggalang dana bulan ini, dan berikan donasi kamu agar mereka bisa berkarya!

Lihat daftar Kreasi Film di Wujudkan.com di sini:
https://www.wujudkan.com/community/detail/perayaan-bulan-film

Mari rayakan film Indonesia!

 

Kreator #BukuGrungeLokal: Kredibilitas Modal Utama

Di balik setiap crowdfunding yang sukses, selalu ada Kreator yang giat banget usaha. Begitu juga dengan Kreasi #BukuGrungeLokal. Di tengah banyaknya komentar-komentar negatif tentang Kreasinya, Eko Prabowo malah makin giat berkampanye dengan terus mengoptimalkan semua akun sosial media yang dia miliki. Hasilnya? Kreasi #BukuGrungeLokal berhasil terwujud dan menggalang dana lebih dari 20 juta rupiah bahkan sebelum waktu kampanye berakhir. Wow!

Melalui wawancara, Mas Eko pun membagi tips-tips ampuh yang dia gunakan selama penggalangan dana kemarin. Yuk disimak!

Halo, Mas Eko! Selamat. ya, atas terwujudnya #BukuGrungeLokal!

“Thanks! Asyik banget akhirnya beneran terwujud.”

Berapa lama, sih, proses bikin konsep, ngajuin proposal, sampai akhirnya bisa mulai menggalang dana?

“Konsep gak terlalu mikir. Ikut panduan dari Wujudkan aja. Yang rada ribet pas bikin video, karena gua emang gak punya. Jadi bikin dari nol. Sekitar sebulan kurang lah persiapan semuanya.”

Kenapa waktu itu kok kepikiran mau dibuat crowdfunding aja #BukuGrungeLokal ini?

“Temen pernah bikin di Wujudkan. Buku juga, tapi gak terwujud. Lalu pernah donasi ke Kickstarter utk Navicula. Konsep crowdfunding gak asing bagi gua.”

Ada gak tips-tips khusus buat yang nanti mau bikin kampanye crowdfunding?

“Berdasarkan pengalaman: pada akhirnya kredibilitas jadi mata uang utama. Ide yang baik dan menarik tidak serta merta bikin orang mau donasi. Bangun kredibilitas dengan cara apa saja, itu yang utama.”

Apa bagian dari kampanye yang menurut Mas Eko penting banget?

“Terus memberitakan ide ini ke publik dan mengabarkan semua perkembangan positifnya seperti donasi yang masuk, progress proyek, pemberitaan terkait proyek kita.”

Wujudkan sendiri apa cukup membantu?

“Sangat membantu. Prosedurnya jelas. Panduan juga lengkap. Respon cepat. Very good job!”

Selama kampanye, pasti ada kendalanya, dong. Apa saja, Mas?

“Bosan. Setiap hari ngomong yang sama. Juga malu. Jualan terus, hahaha… Tapi gua percaya buku ini punya value, jadi ya jalanin aja.”

Kalau soal trik dalam mengoptimalkan sosial media untuk kampanye gimana? Apa ada jam-jam khusus ngetwit?

“Gak ada. Twit seperti sungai. Pesan kita lenyap dalam sekejap. Saya pakai twitter, grup fb, goggle + community, dan e-mail.”

Nah, Mas Eko ini termasuk salah satu Kreator yang paling rajin ngepost blog. Sejauh mana blogpost membantu penggalangan dana?

“Gua senang berbagi. Apalagi hal kreasi dan positif. Gak ngerti juga dampaknya apa. Setidaknya itu tanggung jawab moral ke donatur, semacam laporan progress proyek. Hahaha…”

Seru, ya! bahkan para Pewujud banyak yang sebelumnya gak kenal ya?

“Ya. Dari situ gua merasa bahwa dunia kreatif di negeri ini sebenarnya punya harapan yang lumayan besar. Buku gua aja bisa, apalagi karya kreatif yang lebih gila, kan? Pasti bisa!”

Apa pengalaman paling menarik selama penggalangan dana?

“Gua mulai proyek ini tanpa cita-cita muluk. Di jalan, banyak nyinyir, sinis, dan dukung. Yang gua hitung dukungannya aja. Di dunia yang semakin sinis ini, ternyata ide kreatif bisa dapat dukungan dan mewujud! Bagi gua, itulah pesan terindah di proyek ini. Benar-benar mengubah cara gua memandang hidup m/”

Langkah-langkah Membuat Kreasi

Salah satu fitur yang terbaru di website Wujudkan adalah kemudahan memulai kampanye Kreasi. Kalau sebelumnya kamu hanya bisa mengajukan proposal dan menunggu sampai pengajuanmu dibalas Tim Wujudkan, sekarang kamu cukup mengikuti langkah-langkah mudah yang kami sediakan. Mau tau? Begini caranya:

1. Buat Kreasi
Klik pilihan ‘Buat Kreasi’ di menu navigasi halaman utama. Letaknya ada di bagian atas halaman. Dari sini kamu akan di bawa ke halaman pendaftaran anggota. Kamu bisa registrasi dengan mengunakan email, atau, lebih gampang lagi dengan menggunakan akun Facebook atau Twitter-mu. Gak perlu repot, cuma sekali klik! Dengan registrasi anggota Wujudkan, maka kamu bisa menjadi Kreator dan Pewujud sekaligus.

daftar

2. Panduan
Setelah menjadi anggota, maka kamu akan di bawa ke Panduan. Laman ini berisi penjelasan-penjelasan kriteria, juga standar Kreasi seperti apa sih yang akan lolos seleksi di Wujudkan. Seperti:
a. Kreasi menarik
b. Halaman kreasi yang meyakinkan
c. Paket penghargkaan yang atraktif
Setelah membaca panduan kamu bisa klik ‘lanjut’ dan ini berarti kamu menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku di Wujudkan.com. Salah satunya adalah, dengan klik ‘lanjut’ maka kamu mengkonfirmasi kalau dirimu sudah berusia 18 tahun atau lebih.

panduan
3. Info Dasar
Di halaman ini ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
a. kamu bisa memberi judul Kreasi kamu
b. mengunggah gambar utama yang akan ditampilkan di halaman profil kreasimu. Gambarnya maksimal 50MB dengan resolusi 640×360, ya.
c. Setelah itu kamu bisa menentukan lokasi juga kategori Kreasi. Seperti yang sudah di jelaskan di sini kamu bisa memilih dua kategori. Hal ini akan menguntungkanmu kalau ada Pewujud yang melakukan pencarian Kreasi berdasarkan kategori.
d. Menentukan target dana. Jangan lupa, target dananya harus lebih besar dari Rp 10.000.- dan lebih kecil dari Rp 2 milyar.
e. Setelah itu tentukanlah durasi kampanyemu. Kamu bisa memilih menentukan dengan jumlah hari atau dengan tanggal akhir kampanye. Asalkan durasi penggalangan dananya tidak lebih dari 90 hari. Dan semua kolom harus terisi sebelum kamu bisa melanjutkan ke halaman berikutnya.

infodasar

4. Detail Kreasi
Di halaman ini kamu bisa:
a. mengunggah gambar dan video kreasimu.
b. Menceritakan dengan lebih detil bagaimana dan apa Kreasimu.
c. Menjelaskan tentang rencana penggunaan donasi. Contoh: sewa gedung, beli mesin, akomodasi, dll.
Oh ya, jangan takut bingung, karena di sisi kanan halaman ada simulasi profil Kreasi.

detail kreasi

5. Penghargaan
Tentukan jumlah donasi dan penghargaan kamu di sini. Kamu bisa membuat lebih dari satu jenis penghargaan, semuanya tergantung kebutuhanmu. Ingat: kuncinya adalah buat penghargaanmu semenarik mungkin. 😉

penghargaan
6. Profil
Ada pepatah yang bilang “Tak kenal maka tak sayang”, begitu juga dalam crowdfunding. Penting bagi Pewujud untuk tau siapa yang akan mereka bantu. Nah, di sini kamu bisa melengkapi profilmu dan para Kreator lain agar para Pewujud bisa lebih mengenal kalian.

Sama seperti halaman Info Dasar, di sini juga kamu wajib mengisi seluruh kolom isian sebelum bisa lanjut ke halaman Ulasan. Cara gampang untuk melihat apakah kamu sudah mengisi seluruh kolom isian adalah dengan melihat titik dan garis oranye di bagian atas halaman. Kalau sudah berubah jadi tanda centang, maka semuanya sudah lengkap terisi. Tapi, kalau titiknya masih putih, artinya masih ada yang kurang dan perlu dilengkapi. Setelah semuanya lengkap, barulah kamu bisa ke halaman selanjutnya.

profil kreator

7. Ulasan
Di halaman ini kamu bisa me-review tampilan akhir proposal dan Kreasimu. Di halaman ini juga ada pilihan untuk memasukkan kode komunitas. Jangan kuatir, jika kamu tidak punya kode komunitas, kamu tetap bisa mengajukan proposal. Tinggal klik ‘lanjutkan’ maka proposalmu akan diterima Admin wujudkan untuk seterusnya masuk ke proses seleksi.
Bagaimana? Gampang kan? Yuk coba sendiri di sini!

 

 

 

Realisasi Kreasi: Lelang Harga Sang Pemangsa di Bulan Januari

Berhasil terwujud dengan persentase 113% persen, berarti melebihi target dana yang ditentukan, Kreasi Lelang Harga Sang Pemangsa semakin bersemangat untuk segera menyelesaikan semua prosesnya. Menurut sang Kreator, Ikhsan, saat ini film dokumenter yang bercerita tentang perburuan ikan hiu itu sudah mencapai tahap 50% penyelesaian.

“Untuk shooting, kami sudah menyelesaikan sekitar 60% dari yang kami butuhkan. Saat ini gambar-gambar yang sudah kami dapat sedang masuk tahap editing, dan sudah mencapai 40%,” terang Ikhsan.

Di pertengahan bulan ini, tim Lelang Harga Sang Pemangsa akan kembali melakukan proses shooting, untuk mengejar kebutuhan gambar dan cerita yang belum mereka dapatkan. Target yang dipatok Ikhsan, di akhir bulan Oktober, semua proses shooting sudah rampung. Lalu dilanjutkan dengan proses editing di bulan November hingga Desember.

“Kendalanya sedikit sih. Ada satu nelayan yang ingin kami dekati. Karena dia punya banyak kapal yang memang beroperasi untuk memburu ikan hiu. Nelayan itu yang akan kami dekati saat ini,” tambah Ikhsan.

Jika semua proses berjalan seperti yang direncanakan, Ikhsan percaya bahwa di bulan Januari 2015 nanti, Lelang Harga Sang Pemangsa sudah rampung dan bisa disaksikan oleh semua orang. Di mana kamu bisa menonton film dokumenter ini? “Sudah ada dua pihak di Bandung dan Surabaya yang menawarkan untuk membuatkan pemutaran film Lelang Harga Sang Pemangsa. Kami juga masih berusaha mencari pihak-pihak yang mau melakukan pemutaran di kota-kota lainnya,” jawab Ikhsan.

Ikhsan dan timnya juga akan mendistribusikan film ini melalui roadshow yang rencananya akan dilakukan di beberapa kota. Seperti Bandung, Jakarta, Surabaya dan Yogya. Selain itu, Ikhsan punya keinginan untuk mengikutsertakan Kreasinya ini di berbagai festival film yang diselenggarakan tahun depan.

“Karena dari awal kami membuat film ini, kami sudah memasang target untuk bisa ikutan di festival-festival film. Makanya kami membuat film ini juga berdasarkan kriteria-kriteria yang dibutuhkan agar dapat ikut serta di festival film,” tutup Ikhsan.