crowdfunding indonesia

Bikin Buku Kamu Bukan Sekedar “Fiksi” Lewat Crowdfunding

Buat kamu yang ingin nuangin ide segar dalam bentuk buku, crowdfunding bisa bantu banget wujudkan keinginan kamu itu. Buku fiksi ataupun nonfiksi sama-sama oke kok. Yang penting kamu jalanin kampanye kamu dengan tepat dan efektif. Sudah banyak Kreasi buku yang terwujud di Wujudkan, lho, misalnya aja buku Grunge Lokal, Rock Memberontak, Hearts of Volunteers, dan Book Junkies.

Nah, apa aja sih yang bisa kamu lakukan supaya kampanye crowdfunding buku kamu sukses? Simak deh beberapa tips dan trik berikut.

Ceritain inti buku kamu secara jelas dan padat

Sudah tentu calon Pewujud perlu tahu apa isi buku kamu. Tapi mereka nggak perlu tahu semuanya, kan, karena itu akan mereka baca langsung jika nanti bukumu udah terbit. Yang perlu mereka tahu cuma pokok-pokok dari buku itu: apa topiknya, untuk siapa, dan apa yang membuat buku itu lain dari yang lain.

Kalau kamu ingin nulis buku non fiksi, penting juga buat ungkapin, problem apa yang dibahas? Dan gimana solusi yang kamu tawarkan? Dengan begitu, kamu juga bisa ungkapin kenapa buku ini penting. Terangkan semuanya secara padat, tapi jelas. Nggak perlu detail banget, yang penting cukup buat ngasih gambaran ke calon Pewujud kamu.

Jabarin outline buku kamu

Kamu bisa menyentil imajinasi calon Pewujud dan membuat mereka antusias dengan cara mem-breakdown isi buku yang sudah kamu rencanain. Ini semacam kerangka tulisan yang bakal kamu kembangin. Coba jabarin apa aja bab yang mau kamu tulis. Lalu, kasih keterangan secukupnya, apa isi dari tiap-tiap bab itu.

Tampilin sampul sementara buku kamu

Pepatah bilang don’t judge a book by its cover. Tapi di kenyataan, sampul justru bisa nentuin banget, lho, apakah buku itu menarik atau nggak buat pembaca. Sampul yang oke nggak cuma menarik perhatian, tapi juga ngundang rasa penasaran dan antusias.

Karena itu, kamu perlu pikirkan rencana sampul yang bakal kamu pakai, meski boleh jadi kamu akan menggantinya nanti. Dan jangan berpikiran buat bikin seadanya aja. Kamu perlu bersungguh-sungguh. Karena selain menambah daya tarik buku, sampul juga bisa nunjukin seberapa serius kamu mau nerbitin bukumu.

Kemas buku kamu jadi Penghargaan yang beraneka ragam

Salah satu keunikan crowdfunding buku adalah kemiripannya dengan sistem pre-order. Dalam pre-order, pembaca udah pesan duluan sebelum suatu buku dipublikasikan. Begitu juga sama crowdfunding ini. Para Pewujud adalah calon pembaca yang udah memesan buku kamu sebelum buku itu kamu cetak. Jadi, Penghargaan apa yang lebih cocok, kalau bukan buku itu sendiri?

Nah, yang perlu kamu lakuin adalah menyajikan buku kamu dalam beragam “kemasan”. Misalnya, kamu sediakan beberapa paket Penghargaan. Untuk Pewujud yang nyumbang paling sedikit, kamu bisa kasih mereka dalam bentuk e-book. Untuk Pewujud dengan nominal donasi paling besar, kamu bisa lengkapi paket buku hardcover  plus tanda tangan, audiobook  dan diundang ke acara peluncuran buku kamu.

Mungkin masih ada banyak tips dan trik lain untuk crowdfunding buku. Tapi itu tadi tips-tips mendasar yang penting banget buat kamu perhatiin. Jadi, good luck dan selamat mencoba!

Bangun Tim yang Solid untuk Kampanye yang Sukses

Bikin crowdfunding kamu berhasil memang butuh kerja keras. Kamu bisa saja mengerjakan semuanya sendiri. Tapi, kerja tim buat kampanye crowdfunding itu bagus banget, lho. Paling nggak, kamu nggak akan sepontang-panting kerja sendiri.

Salah satu crowdfunding platform di Amerika Serikat juga punya data kalau crowdfunding yang dikerjain sama tim kemungkinan berhasilnya nambah 94 %! Bahkan dua orang saja bisa besar banget pengaruhnya ketimbang satu orang.

Nah, gimana caranya bikin tim yang solid? Simak info penting berikut ini.

Bangun tim yang sepaham sama kamu

Yang paling penting buat bikin tim yang solid adalah semuanya sama-sama antusias sama Kreasi kamu dan ingin supaya ide itu terwujud. Cobalah cari anggota tim dari lingkaran pertemanan terdekat dulu. Kalau memungkinkan, kamu juga bisa cari anggota tim yang profesional. Kamu bisa lirik-lirik kontak di jejaring media sosial yang kamu punya. Siapa tahu ada kenalan yang punya background oke untuk kamu rekrut. Dan bisa jadi, juga ada yang punya pengalaman menggarap sesuatu yang serupa dengan Kreasi kamu.

Update terus diskusi di media sosial yang cocok sama Kreasi kamu. Ini bagus untuk tahu perkembangan terbaru di bidang kamu. Siapa tahu kamu bisa dapat inspirasi untuk menyempurnakan ide kamu.

Bikin jaringan yang solid

Jaringan yang luas dan kuat akan bantu bikin tim kamu tambah solid, lho. Bangunlah relasi dengan blogger atau reporter yang punya reputasi. Khususnya yang sama-sama menggeluti bidang kamu. Relasi ini bakal bantu kamu membangun brand, dan akhirnya pengaruh banget ke warna tim yang kamu bikin.

Jangan lupa juga kalau anggota tim kamu pasti punya jaringan pertemanan mereka sendiri. Jadi, mintalah tim kamu untuk mendata semua kontak yang mereka punya, yang berpotensi jadi Pewujud kamu nantinya. Kumpulkan kontak dari akun email, Facebook, Twitter, Path, dan semua media sosial yang kalian pakai.

Jaringan awal yang kamu bangun ini akan jadi basis buat kampanye kamu. Kalaupun nggak semuanya bisa kasih kontribusi dana, kamu tetap bisa minta tolong mereka buat ikut sebarin ide Kreasi yang kamu punya.

Kasih tugas yang cocok ke orang yang tepat

Salah satu keuntungan kerja tim adalah semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua orang juga punya karakter sendiri-sendiri. Ada yang optimis banget, ada yang sebaliknya.

Psikolog Amerika, Martin Seligman, punya teori kalau optimis dan pesimis sama-sama dibutuhkan bagi kerja tim yang bagus, lho. Mereka cocok buat ngerjain tugas yang berbeda-beda.

Orang yang optimis biasanya kreatif dan pintar jaga relasi. Mereka cocok buat bikin konten Kreasi, jadi juru bicara, dan jaga semangat tim. Sementara orang yang pesimis biasanya teliti, perfeksionis, dan realistis. Mereka ini cocok untuk bikin perhitungan biaya dan memantau track kerja kalian.

Jadi, kenali kompetensi dan karakter masing-masing anggota tim sebelum bagi-bagi tugas, ya.

Bank Sampah Kita, Kreasi Sosial yang Terwujud via Crowdfunding

Kreasi yang sukses di Wujudkan.com nggak melulu dari kategori seni, lho. Ada juga yang temanya community development. Tengok saja Kreasi-Kreasi dari program Komunitas Pemberani. Mereka sudah berhasil mewujudkan Kreasi Upcycling Project untuk Anak Putus Sekolah, Jejaring Pangan Lokal, dan Padepokan Pemuda-Pemudi di Yogyakarta. Nggak ketinggalan, ada juga Komunitas We Sure di Bogor yang bikin Bank Sampah Kita.

Kali ini Rizqy Fachria, perwakilan We Sure, mau berbagi soal pengalaman kampanye dan strategi mereka sampai bisa Wujudkan Kreasi bank sampahnya. Simak deh petikan wawancara via e-mail dengan Rizqy!

Selamat ya atas terwujudnya Bank Sampah Kita (BSK). Sebelum ngobrol-ngobrol, boleh tahu nggak apa yang melatarbelakangi ide BSK?

Program BSK yang digagas We Sure sebenarnya dilatarbelakangi keprihatinan kami dengan kondisi sungai di sekitar kampus IPB yang tercemari oleh sampah. Sampah itu berasal dari warga yang tinggal di daerah aliran sungai. Mereka membuang sampah ke sana karena nggak adanya tempat pembuangan sampah sementara.

Untuk menarik masyarakat menjadi nasabah BSK, kami bikin sistem penukaran sampah dengan buah dan sayur lokal langsung dari petani. Dengan begitu, sekaligus bisa bantu petani untuk menjual hasil panen dengan harga yang sesuai. Tanpa harus menjual dengan harga murah ke tengkulak.

Menurut We Sure, apa sih akar masalah sampah di Bogor, makanya kalian sampai pada ide mengkreasikan BSK?

Pengetahuan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat masih sangat kurang, sehingga mereka tidak memikirkan akibat dari perilaku buang sampah sembarangan. Inilah akar masalahnya. Selain itu, kurangnya fasilitas penampungan sampah. Juga belum ada sistem pendauran ulang yang terintegrasi.

Apa yang membuat kalian memilih crowdfunding untuk fund raising buat BSK?

Sistem crowdfunding itu paling menguntungkan. Selain mendapat pendanaan, Kreator juga bisa memulai branding dan publikasi.

Dari mana kalian tahu soal crowdfunding?

Kami dengar cerita dari kakak kelas yang tahun lalu pernah ikut crowdfunding di Wujudkan. Sebelumnya kami nggak terlalu tahu soal crowdfunding.

Strategi apa saja yang kalian lakukan untuk membuat berhasil kampanye kalian?

Banyak strategi kami bikin. Menyusun visi–misi yang jelas untuk disampaiin ke calon Pewujud. Bikin publikasi dengan broadcast atau poster di Facebook, Instagram, WhatsApp, sama Line. Minta tolong ke keluarga, teman dekat, teman kampus untuk meneruskan pesan publikasi itu. Membuat foto support bareng orang yang berpengaruh atau terkenal.

Kendala apa saja yang kalian temui selama kampanye? Gimana kalian mengatasinya?

Yang pertama, kurang istiqomah untuk publikasi selama 30 hari. Makanya, kami jadwalkan anggota untuk membuat konten publikasi. Kedua, bikin konten publikasi yang menarik. Untuk itu kami belajar dari web.

Dari mana saja Pewujud kalian? Apakah kebanyakan adalah teman atau kerabat?

Justru kebanyakan orang yang nggak kami kenal. Hahahahaha.

Apakah menurut kalian pemberian Penghargaan banyak membantu buat menarik minat calon Pewujud?

Penghargaan bukan tujuan dari Pewujud. Malah jenis Kreasi itu sendiri yang jadi daya tarik buat Pewujud.

Sekarang kan dana yang kalian butuhin untuk BSK sudah terkumpul. Apa langkah-langkah kalian selanjutnya?

Setelah dapat dana, pastinya bikin rekening bank We Sure. Setelah itu, sosialisasi kepada masyarakat di desa. Cari petani untuk diajak kerja sama. Lalu, mulai membentuk BSK. Kalau BSK sudah nyata kebentuk, akan kami ajukan untuk mengikuti program CSR.

Sudah sampai mana perkembangan Kreasi kalian?Apa sudah mulai kelihatan hasilnya?

Belumlah. He he. Soalnya kami belum mulai sosialisasi ke desa. Kami baru diskusi sama Ketua RT untuk pelaksanaan ke depannya. Kami juga mulai bikin publikasi soal isu-isu lingkungan via media sosial.

Menurut kalian, apakah crowdfunding cukup membantu buat nyuksesin program-program community development (com-dev) seperti BSK ini?

Iya, cukup membantu dari segi pendanaan dan mendorong kami untuk publikasi secara optimal.

Setelah dicoba, menurut kalian apakah crowdfunding cocok untuk Wujudkan Kreasi-Kreasi com-dev?

Cocok. Crowdfunding metode yang cocok banget untuk pendanaan proyek di tahap awal. Melalui crowdfunding orang-orang mulai kenal. Dengan begitu, ke depannya mungkin nggak sulit lagi bagi Kreator untuk ajuin pendanaan ke tempat lain.

Terakhir, adakah pesan buat para calon Kreator yang ingin coba crowdfunding?

Crowdfunding itu metode terbaik untuk mewujudkan proyek sosial kamu. Uang bukan tujuan akhir dari crowdfunding. Tapi pembelajaran soal branding dan publikasi yang baik akan menjadi ilmu yang lebih berharga.

 

Crowdfunding untuk Perubahan Sosial, Kenapa Nggak?

Sudah tahu kan, kalau inti crowdfunding itu nggak sekadar cari dana? Tapi juga nyebarin semangat dan nularin gagasan. Buat apa? Buat mendorong perubahan di sekitar kamu, supaya kehidupan orang-orang juga makin baik dan sejahtera. Itulah yang coba dilakukan oleh teman-teman di Perkumpulan Indonesia Berseru. Melalui Komunitas Pemberani yang mereka bentuk dengan bekerjasama bareng Wujudkan dan Oxfam, mereka mengundang para Kreator untuk me-Wujudkan ide-ide yang bisa kasih kontribusi buat perubahan sosial.

Nah, dalam wawancara via e-mail dengan Wujudkan, Zaenatul Nafisah mewakili Perkumpulan Indonesia Berseru berbagi cerita soal pengalaman mereka mengkampanyekan Kreasi-Kreasi sosial via crowdfunding. Simak deh, cuplikan wawancaranya!

 

Sebelumnya, mungkin banyak yang belum tahu apa itu Perkumpulan Indonesia Berseru. Bisa diceritain singkat nggak, apa itu Perkumpulan Indonesia Berseru? Dan dari mana ide bikin perkumpulan ini muncul?

Perkumpulan Indonesia Berseru itu lembaga nonprofit dan independen yang mendedikasikan kerja dan karyanya buat ngasih kontribusi pada perubahan sosial di Indonesia. Sebagian besar kerja-kerjanya dilakukan lewat kerja komunikasi.

Ide buat membangun perkumpulan ini muncul setelah menggeluti aktivisme selama beberapa tahun. Kami lihat banyak banget kerja dan Kreasi yang perlu dikomunikasikan biar dapat dukungan lebih luas dari masyarakat, pemerintah, atau pihak-pihak lainnya. Selama ini banyak cara komunikasi yang nggak tepat, sehingga membuat inisiatif perubahan ke arah yang lebih baik tidak tertangkap. Bahkan sering pula disalahartikan, sehingga nggak menghasilkan perubahan di tingkat pengetahuan, kesadaran, apalagi kebijakan dan perilaku. Komunitas Pemberani merupakan inisiatif untuk mendorong anak muda agar lebih positif dalam menggunakan sosial media. Contohnya untuk mengumpulkan dukungan lebih luas atas ide-ide keren mereka.

 

Tahun lalu kalian kan membuat Kreasi-Kreasi Komunitas Pemberani. Apa sih sebenarnya Komunitas Pemberani itu? Lalu, apa bedanya dari kegiatan-kegiatan kalian yang dulu?

Komunitas Pemberani merupakan inisiatif buat mendorong anak muda biar lebih positif dalam menggunakan sosial media. Contohnya untuk ngumpulin dukungan luas buat ide-ide keren Kreasi mereka. Bedanya sama kegiatan yang dulu, sebelumnya lebih ke kerjasama menyebarkan ide, misalnya soal pangan lokal dan keadilan iklim, lewat kegiatan-kegiatan offline seperti food film festival dan diskusi keliling.

 

Sejauh ini, sudah berapa banyak Kreasi yang berhasil terwujud melalui Komunitas Pemberani? Mungkin bisa disebut beberapa contohnya?

Tahun 2015 ada tiga Kreasi yang berhasil terwujud: Jejaring Pangan Lokal “Panganku, Panganmu”UpCycling Project untuk Anak Putus Sekolah, dan Padepokan Pemuda Pemudi. Semuanya inisiatif dari Jogja. Tahun 2016 ada 5 Kreasi, di antaranya Minuman Cai Pala Pengurang Stres dan Locavore Brownies.

 

Kreasi-Kreasi yang difasilitasi Perkumpulan Indonesia Berseru kan kebanyakan community development (com-dev). Apa bedanya dengan com-dev konvensional yang biasa dikerjakan oleh LSM atau CSR perusahaan?

Community development yang dilakukan sebenarnya sama saja. Bedanya cuma pada pelaku dan strategi awalnya saja. Kalau LSM biasanya menjalankan com-dev dengan penekanan kepada proses internal terlebih dahulu, seperti pengorganisasian masyarakat dan pengembangan program. Bisa aja ini dikembangkan secara mandiri, dan kalau butuh dukungan pendanaan yang lebih, mereka pakai kekuatan satu atau dua donor. Sementara com-dev yang dilakukan oleh anak-anak muda di Komunitas Pemberani lebih fokus ke penggalangan dukungan dan dana lewat media sosial. Jadi, anak-anak muda ini sudah menularkan semangat, ide, dan antusiasme mereka sejak awal Kreasi digagas melalui media sosial.

 

Apa yang membuat kalian mencoba crowdfunding? Dan kalau boleh tahu, kenapa akhirnya memutuskan buat mencobanya di Wujudkan.com?

Kami nggak beralih total dari com-dev konvensional. Cuma memperkaya strategi dengan crowdfunding. Apalagi ini adalah era media sosial. Banyak kampanye yang cukup sukses dengan memakai media sosial, sehingga layak dicoba. Media sosial kan nggak cuma buat mengekspresikan diri saja, tetapi juga buat menularkan semangat dan mengajak berbagi. Media sosial bisa jadi alat untuk nyebarin ide dan menggerakkan orang untuk terlibat.

Pada awalnya, ada dua platform yang sempat kami ajak diskusi. Salah satunya Wujudkan.comWujudkan memang lebih banyak fasilitasi kerja-kerja kreatif seperti film dan buku, dan banyak banget anak muda yang gabung. Ini jadi salah satu pertimbangan penting buat menularkan semangat.

Selain itu, pas Kreasi kami mau dimulai, platform corwdfunding yang lain itu berhenti beroperasi. Makanya, kami jadi lebih intens berkomunikasi sama Wujudkan. Dan ternyata, yang paling penting yang kami temukan adalah adanya kesamaan visi dan ketertarikan antara PIB dan Wujudkan.com untuk ngasih ruang ke anak-anak muda buat nyebarin semangat dan ide mereka, serta mewujudkannya lewat crowdfunding.

 

Lalu, apa sih keuntungan dan manfaat melakukan com-dev melalui crowdfunding, dibanding com-dev konvensional?

Keunggulan crowdfunding, ide sudah tersebar luas meski Kreasinya belum jalan. Tersebarnya ide ini bisa memantik ide-ide lain di kalangan anak-anak muda. Ini juga mendorong anak muda untuk lebih fokus pada perencanaan dan gimana mencapainya.

 

Yang namanya com-dev kan biasanya jangka panjang. Setelah kampanye crowdfunding via Komunitas Pemberani berhasil, apa lagi yang dilakukan supaya Kreasi com-dev yang kalian fasilitasi bisa terus berjalan dan mencapai tujuan?

Tentunya kami tetap berkomunikasi dan terus mendukung Kreasi Komunitas Pemberani. Misalnya, dengan Kreasi Jejaring Pangan Lokal kami melakukan kerja bareng untuk memperkuat gerakan mereka. Dengan UpCycling Project untuk Anak Putus Sekolah, kami bantu promosiin produk-produknya. Begitu juga dengan Ricebran Brownies.

 

Apakah crowdfunding cukup membantu dalam menyukseskan program-program com-dev yang sudah dicoba?

Ngebantu banget. Paling nggak dalam beberapa hal. Dalam hal memantik gagasan, crowdfunding menyadarkan dan menyebarkan gagasan bahwa ide mereka layak diwujudkan dan mendapatkan dukungan dari orang lain, bahkan yang nggak dikenal sekalipun.

Dalam pendanaan, crowdfunding jadi alternatif pendanaan com-dev yang dibutuhkan banget di Indonesia. Selain itu, crowdfunding juga membangun kepercayaan diri dan kreativitas. Beberapa Kreasi yang inisiatifnya lewat crowdfunding ternyata bisa lebih berkembang dan mendapatkan dukungan dari pihak lain. Bahkan misalnya, Jejaring Pangan Lokal dan Padepokan Pemuda Pemudi kemudian mengolaborasikan Kreasi mereka.