Crowdfunding

Berbagi Cerita Buat Wujudkan Kreasi Kamu

Crowdfunding memang membantu kamu kumpulkan dana buat merealisasikan Kreasimu. Tapi inti dari crowdfunding bukanlah minta-minta, melainkan berbagi ide dan minat. Kamu perlu membuat para calon Pewujud ikutan bersemangat dengan ide kamu dan ingin ikut mewujudkannya. Nah, biar dapat banyak dukungan, kamu perlu berbagi cerita yang oke tentang Kreasi yang akan kamu kerjakan.

Bagaimana membuatnya? Apa saja yang harus ada di dalam cerita kamu? Berikut beberapa hal yang nggak boleh kamu lewatkan:

Perkenalkan Diri Kamu

Bukan cuma kamu, tetapi juga tim kamu, tentunya. Akan lebih baik kalau kamu punya Kreasi-Kreasi lain yang sudah pernah kamu buat sebelumnya. Dengan menyebutkan semua itu, para calon Pewujud akan lebih percaya kalau kamu memang layak didukung untuk mewujudkan Kreasimu yang selanjutnya.

Ceritakan Kreasi yang Mau Digarap

Ceritakan apa yang sedang kamu kerjakan. Semakin detail, semakin baik. Boleh juga tambahkan sketsa, prototipe, atau teaser tentang Kreasi itu. Yang penting jangan jadi bertele-tele—singkat, tapi jelas dan to the point. Untuk contoh dengan sketsa dan teaser yang oke, kamu bisa lihat cerita tentang Kreasi film pendek Fajar Ramayel yang berjudul Lukisan Nafas.

Ceritakan Apa yang Jadi Inspirasi Kamu

Calon Pewujud akan semakin paham dan tertarik pada ide kamu kalau mereka tahu sejarahnya. Ceritakan bagaimana kamu dapetin ide dari Kreasi kamu dan mengapa Kreasi ini penting untuk diwujudkan. Siapa tahu kamu dan calon Pewujud punya ketertarikan yang sama, dan mereka jadi ikutan me-Wujudkan Kreasimu, deh.

Jelaskan Rencana Kamu

Ide yang menarik pastinya harus dieksekusi dengan baik. Calon Pewujud akan yakin kamu bisa mengeksekusinya kalau mereka tahu kamu punya rencana yang matang. Karena itu, ceritakan rencanamu sejelas mungkin. Plus, sertakan juga timeline Kreasi juga.

Paparkan Rincian Anggaranmu

Berapa banyak sih, dana yang kamu butuhin? Terus, digunakan buat apa saja dananya? Buatlah breakdown yang cukup detail, simpel, dan masuk akal. Ini akan menumbuhkan kepercayaan calon Pewujud bahwa kamu bisa mengelola dana mereka dengan bijaksana. Cerita Charlotte Cynthia tentang film Ondel-Ondel Kreasinya mungkin bisa menginspirasi kamu.

Apa Pentingnya Kreasi kamu?

Ceritakan apa yang membuat kamu semangat untuk me-Wujudkan idemu. Tapi nggak cukup jika Kreasi itu hanya bermanfaat buat kamu saja. Ceritakan juga bagaimana Kreasi itu bisa jadi penting buat orang lain, termasuk para calon Pewujud kamu. Kamu bisa lihat contohnya dari cerita Yu Sing tentang Kreasinya untuk Rumah Uay.

Poin-poin di atas akan membantumu membuat cerita yang nyambung dengan calon pendukung kamu. Silakan coba, dan semoga Kreasi kamu juga bisa terwujud!

Kreasi Terwujud, Selanjutnya Ngapain?

Selamat! Atas kerja keras kamu selama kampanye, Kreasi kamu berhasil Terwujud di Wujudkan. Kamu bisa merayakannya dengan sujud sukur, makan-makan, atau sekedar melakukan “happy dance”.

Eits, tapi jangan berlebihan, ya.  Karena masih banyak hal yang harus kamu lakukan, seperti berikut ini:

Ucapin Terima Kasih

Yup! Sekarang waktunya mengganti update status di media sosial dari kampanye ke rasa syukur dan terima kasih kepada semua khalayak ramai. Ada baiknya juga kamu mengirimkan ucapan terima kasih secara pribadi ke masing-masih Pewujud yang mendonasikan uangnya demi terwujudnya kreasi kamu. Entah itu via e-mail, SMS, atau WhatsApp dan lainnya.

Fokus pada Kreasi

Inilah inti dari kampanye kamu selama ini. Dana sudah terkumpul, dan sekarang tinggal menggunakannya untuk menyelesaika Kreasi kamu. Bedanya sekarang, sudah banyak yang mendukung dan menunggu Kreasi kamu selesai. Pastikan dana dipakai dengan budget yang sudah dibuat selama ini. Begitu juga dengan proses produksi.

Rajin Kasih Update ke Pewujud

Banyak Pewujud yang ingin tahu progress Kreasi yang sedang kamu buat. Coba deh kamu ceritain dalam bentuk teks, foto maupun video. Untuk kebutuhan ini, kamu bisa memaksimalkan fitur Blog dalam Wujudkan. Kamu bisa mencontek Mira Lesmana yang rajin memberikan update di Kreasi film Atambua 39°C yang berhasil terwujud hingga 300 juta lebih.

Kirim Penghargaan

Seperti dalam Wujudkan, Pewujud dapat menyumbang dengan meminta sebuah Penghargaan sebagai imbal baliknya. Nah, sekarang saatnya kamu mulai mengecek kembali daftar Penghargaan, jadwal pengiriman, kontak, dan alamat para Pewujud. Pastikan semua Penghargaan yang harus dikirim sesuai dengan tanggal yang tertulis di situs Wujudkan. Update mengenai pengiriman Penghargaan ini bisa kamu tulis di Blog juga.

Udah nggak bingung lagi kan sekarang? Nah, sekarang waktunya kamu menyelesaikan Kreasi kamu! Semangat!

 

Berawal dari Pitching Forum Wujudkan, Kreasi Film Horor ini Terwujud

Siapkan diri kamu karena ada tokoh horor baru yang akan menggeser kuntilanak dan kawan-kawannya! Ondel-Ondel yang menjadi tokoh sentral dari Kreasi buatan Charlotte Cynthia dalam Ondel-Ondel Short Film berhasil terwujud berkat kampanye crowdfunding.
Sama dengan film Menjelang Siang, Ondel-Ondel juga salah satu jebolan Pitching Forum yang dibuat oleh Wujudkan dalam rangka #BulanFilm. Malah, hasil kampanye Kreasi ini berhasil mengumpulkan 12 juta rupiah atau 127%!
Simak yuk, cerita Charlotte seputar kampanye crowdfunding di wawancara berikut!
Hai, Charlotte! Selamat atas terwujudnya Ondel-Ondel Short Film, ya!
Iya, thank you juga Tim Wujudkan atas bimbingannya.
Ceritain dong, gimana akhirnya memilih jalur crowdfunding untuk mendanai Kreasi film kamu dan memilih Wujudkan?
Beberapa bulan yang lalu, teman kampus saya di Universitas Bina Nusantara (Binus) ada yang ikut crowdfunding Wujudkan, dan mereka berhasil mendapatkan keringanan dalam budget mereka. Semenjak itu, kampus saya sering kirim e-mail ke para mahasiswa tentang acara seperti Wujudkan Pitching Forum. Head of Program saya merekomendasi untuk mencoba, dan saya pikir ya kenapa tidak?
Berbeda dari kreasi lainnya, kamu kan ngajuin proposal ini lewat Pitching Forum di #BulanFilm Wujudkan, bisa diceritain gimana prosesnya bisa sampai ikutan?
Soalnya direkomendasi sama dosen, lalu kebetulan saya waktu itu free, dan ya kalau ada
peluang untuk berkerja lebih kan kenapa tidak. Namanya juga produser film ya, hahaha.
Apakah forum tersebut sangat membantu?
Membantu banget sih, soalnya tadinya kan clueless tentang Wujudkan atau crowdfunding in general.
Kamu nyangka nggak bisa dapat dana awal dari Pitching Forum tersebut? Apalagi saingannya cukup berat.
Teman saya yang sudah ikut pitching beberapa bulan sebelum saya sih waktu itu bilang kalo saya pasti dapet, soalnya saya punya reputasi perfectionist nggak jelas gitu di kampus. Tapi regardless, beberapa hari sebelum pitching itu saya takut banget, soalnya ini pitching pertama di luar kampus, dan waktu sampe ke lokasi, saya socially awkward banget. Saya pribadi sih sebenernya jujur nggak nyangka bakal dapet dana, soalnya ya presentasi saya buru-buru banget. Tapi yang penting buat saya sih experience-nya aja, sih. Nggak semua anak Binus Film Program bisa punya kesempatan kayak gini, kan.
Ada kendala nggak selama Kampanye kamu di Wujudkan?
Kendala paling besar itu waktu, soalnya selain mengumpulkan funding, saya sebagai produser dan mahasiswi harus ngurus pre-production, production, sama skripsi. Selain itu, saya itu kan nggak terlalu social media savvy banget. Saya mencoba di Instagram soalnya saya aktif di situ, tapi kayaknya sih kurang ngefek.
Terus, gimana sih kamu mensiasatinya?
Yang saya lakukan paling banyak itu sih, mendekati ke lingkaran terdekat saya, yaitu ke saudara sama ke temen-temen, sih, hahahha. Tapi akhirnya, orang tua sutradara saya dan saudara saya yang lumayan banyak ngasi dukungan.
Apakah Penghargaan yang dibuat cukup menarik bagi para Pewujud?
Saya sebenernya menyesal banget sih, soalnya Penghargaan yang saya buat itu standard yang biasanya ditulis di proposal pitching di dalam kampus. Waktu saya udah buat Penghargaannya, dan mulai kampanye, saya sadar kalau nggak appealing banget dan nggak kreatif. Tapi ya, jadi pelajaran aja buat masa depan.
Dari seluruh Penghargaan, mana yang paling diminati?
Executive Producer sama Associate Producer.
Terakhir, pelajaran apa yang dapat dipetik dan dibagi ke calon Kreator di luar sana?
Be creative! Fundraising itu salah satu sisi kreatif produser film indie. Pikir aja, film yang dibuat itu emang sebuah produk yang bisa dijual. Tapi, jangan sampe filmnya nggak kelar atau keteteran juga. Balance aja. Susah emang bikin film, saya juga bingung kenapa saya mau susah susah kayak gini hahahha

 

Kamu mau juga kaya Charlotte yang bisa sukses mewujudkan Kreasinya? Langsung aja kirim proposal Keasi kamu Wujudkan.com. Selamat berkreasi!

Strategi Offline untuk Kampanye Online ala Kreator Rock Memberontak

“Keyakinan saya bahwa masih banyak tangan-tangan yang peduli pada kreasi sepenuh hati kembali terbukti benar”

Itulah testimoni Eko “Wustuk” Prabowo yang kembali sukses ngeluarin karya keduanya dengan bantuan Wujudkan.com, yaitu buku Rock Memberontak. Sebelumnya di tahun 2014, lelaki yang sering disapa Wustuk ini merilis buku Saya Ada di Sana! Catatan Pinggiran Grunge Lokal. Di kreasi keduanya, ia juga mengulang sukses dengan mengumpulkan dana yang melampaui target, lho! Dari target 20.000.000 yang harus dikumpulkan selama (2 Sep – 6 Nov ’15) ia berhasil ngumpulin dan Rp 21.855.000!

Dari segi cerita, buku yang terbit pada 28 November 2015 lalu ini berbeda dari  buku sebelumnya yang nyeritain tetang musik grunge lokal dari sisi fans. Kali ini, ia lebih mengulik proses kreatif dua pentolan band grunge Indonesia yaitu Robi “Navicula” dan Che “Cupumanik”. Lewat hasil wawancara keduanya, Wustuk berhasil menuliskan bagaimana sebuah lagu tercipta. Mulai dari pencarian inspirasi, cara nulis hingga proses produksi.

Dari segi crowdfunding, keduanya sih dapat dibilang nggak beda jauh. Tapi, yang menarik adalah bentuk Penghargaan. Dari tiga Penghargaan, satu di antaranya berupa event offline dengan judul “Wujudkankustik”. Diadain pada 20 Oktober lalu di Paviliun 28, Pewujud datang langsung untuk donasi langsung mulai dari Rp 100.000. Sebagai Penghargaannya, para pewujud nantinya akan mendapatkan satu kopi buku Rock Memberontak bertanda tangan penulis, plus dua narasumber. Nggak hanya itu, Pewujud juga mendapatkan satu tiket konser peluncuran buku dan first drink!

Kampanya offline seperti ini menurut Wustuk harus diperbanyak. “Publik Indonesia tidak terlalu suka (percaya) pada mekanisme penggalangan dana online. Mereka tetap harus bertatap muka, “ katanya lewat wawancara via e-mail. Bisa jadi masukan yang oke buat kamu para kreator, nih!

Namun begitu, untuk para kreator seperti Wustuk, crowdfunding adalah cara untuk menekan budget produksi. Apalagi, salah satu tujuannya untuk membuat banyak orang mengakses buku ini. Jadi, hasil donasi benar-benar diperuntukkan bagi pembiayaan produksi aja.

Setelah dua kali berhasil mewujudkan kreasinya lewat Wujudkan. Menurut Wustuk, ide aja nggak cukup untuk bikin orang membantu sebuat kreasi. “Bangun juga kredibilitas dengan berbagai cara. Yang terpenting jangan jadikan crowdfunding sebagai alasan “go or no go”. Kalaupun nanti gagal, itu bukan alasan berhenti berkreasi,”.

 

 

 

 

4 Strategi Agar Kreasi Crowdfunding Kamu Sukses

Dalam memanfaatkan crowdfunding, jualan aja nggak cukup. Kamu butuh kreativitas dan strategi yang menarik, agar banyak orang mau mendukung Kreasi kamu. Nah, berikut empat tips yang dirangkum dari berbagai sumber untuk membuat Kreasi yang sukses lewat crowdfunding!

Buatlah Cerita

Inti dari crowdfunding bukan meminta-minta uang pada publik, tetapi berbagi sebuah ide. Menurut Slava Rubin, CEO dari sebuah situs crowdfunding sukses di dunia, “Don’t get stuck telling people why you want the money. You have to explain why the product is interesting and relevant to them”. Jadi, pada saat menulis deskripsi kreasi kamu di Wujudkan atau pada saat mengkampanyekan di sosial media, fokuskan pada hal apa yang ingin kamu wujudkan lewat film/event/buku/produk yang dibuat.  Ajak mereka untuk menjadi salah satu bagian penting di dalamnya. Jika ide kamu kuat dan relevan bagi banyak orang, pasti deh, banyak yang dukung Kreasi kamu terwujud.

Video adalah Kuncinya

Optimalkan fitur di dalam Wujudkan. Salah satunya dengan upload video mengenai kreasi kamu. Menurut riset, kreasi produk dan startup yang menampilkan video dalam halaman crowdfunding-nya, 114% lebih banyak menghasilkan uang daripada yang nggak, lho! Tapi, pastikan video kamu juga sesuai, ya. Misalnya, tampilkan video behind the scene, profil di balik layar atau trailer dan teaser dari Keasi kamu. Jangan lupa, Kreator juga harus bicara di depan kamera agar calon Pewujud percaya bahwa kamu adalah orang yang kredibel. Lebih bagusnya lagi, kalau kamu upload video tentang kreasi-kreasi kamu sebelumnya. Bikin orang semakin yakin kalau kreasi kamu adalah karya yang cemerlang.

Pentingnya Si 30%

Jika cerita adalah yang utama, maka dana adalah selanjutnya. Menurut situs crowdfunding.org, 30% dana dari total yang kamu butuhkan dijamin oleh teman, keluarga dan kerabat. Nah, kalau di awal ¼ dana tersebut sudah tercapai, target yang dibutuhkan pasti tercapai. Tapi, pastikan kamu cerita-cerita ke mereka, kalau kamu lagi membuat Kreasi. Misal, pas lagi arisan keluarga, nongkrong bareng, atau share di grup WhatsApp.

Pamerin ke Dunia

Nah, kalau circle terdekat kamu didekati, saatnya melebarkan sayap kamu ke dunia. Jalan murah meriah yang bisa kamu gunakan adalah lewat sosial media. Twitter kabarnya adalah tempat paling aktif untuk dunia crowdfunding. Kamu bisa membuat akun khusus untuk ini, ataupun menggunakan akun pribadi. Jadi, rajin-rajin deh menceritakan ide kamu di sana dengan cara yang menarik.

Tambah lagi deh ilmu tentang tips memanfaatkan situs crowdfunding dengan baik. Sekarang, buktikan dengan buat Kreasi kamu di Wujudkan!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Crowdfunding Bantu Filmmaker

Masih inget program #BulanFilm September Ceria 2015 lalu? Nah, beberapa film pendek yang menjadi pilihan Tim Wujudkan pada saat acara Pitching Forum, berhasil mewujudkan kreasinya, lho! Salah satunya adalah film pendek Menjelang Siang. Dana yang terkumpul dari para Pewujud untuk kreasi ini bahkan melampaui 115%.

Untuk berbagi cerita mengenai kampanye film pendek ini, Wujudkan berhasil mewawancarai Luhki Herwanayogi, sang kreator. Simak, yuk!

Dari mana sih mengenal konsep crowdfunding?

Saya agak lupa tepatnya dari mana, tapi sepertinya saya mulai mencari tahu tentang crowdfunding dari sosial media. Lalu, kebetulan beberapa bulan yang lalu (sebelum saya ikut crowdfunding untuk film saya) ada teman saya yang melakukan penggalangan dana gerakan sosialnya melalui crowdfunding. Saya ngobrol banyak dengan dia.

Sebelum mengenal cara ini, bagaimana Mas Luhki mencari dana untuk membiayai film-film sebelumnya?

Untuk film saya sebelumnya, saya selalu memakai dana saya sendiri.

Apa kendala terbesar lewat jalur tersebut?

Jelas, jumlah yang terbatas.

Bagaimana akhirnya bisa memutuskan untuk mencari dana lewat crowdfunding khususnya Wujudkan?

Film saya Menjelang Siang sebelum saya masukkan ke Wujudkan, sudah mendapatkan dana dari pitching forum XXI Short Film Festival. Namun, dana tersebut masih kurang untuk produksi. Kemudian saya memutuskan untuk memasukkan proyek ini ke Wujudkan, kebetulan juga saat itu Wujudkan sedang ada program #BulanFilm. Saya berpikir tak ada salahnya mencoba.

Berapa lama persiapannya? Mulai dari membuat perencanaan hingga menjadi sebuah proposal dan diikutsertakan dalam acara Pitching Forum Wujudkan?

Untuk perencanaan sendiri tidak terlalu lama, sekitar satu minggu saya merancang proposal, kebetulan film Menjelang Siang sudah siap secara proposal, jadi tidak terlalu lama bagi saya untuk merancangnya khusus di Wujudkan.

Siapa atau Kreasi apa yang menjadi inspirasi Mas Luhki dalam merancang kampanye crowdfunding?

Ya, sebelum memutuskan untuk memasukkan kreasi di Wujudkan, saya sempat mempelajari apakah film bisa menjadi karya yang bisa dikampanyekan di Wujudkan. Lalu saya melihat Atambua 39 Celsius, film Mas Riri Riza yang mendapatkan dana melalui crowdfunding. Akhirnya saya cukup mantap untuk mencoba skema crowdfunding ini.

Selama proses kampanye, apa saja kendalanya dan bagaimana cara mensiasatinya?

Kendala yang paling terasa adalah banyak yang belum paham dengan skema crowdfunding dan juga mekanisme di Wujudkan. Bagi beberapa calon Pewujud, mereka merasa repot jika harus membuat akun terlebih dahulu di Wujudkan.com. Akhirnya, saya menjembatani dengan mempersilahkan mereka untuk transfer langsung ke rekening saya, baru saya yang memasukkan ke Wujudkan. Saya pikir perlu sistem yang lebih sederhana sehingga pewujud tidak merasa repot.

Pemberian paket-paket Penghargaan apakah membantu? Mana yang jadi favorit Pewujud?

Sepertinya tidak terlalu, karena beberapa Pewujud memberikan dana dengan nominal sesuka mereka, dan mereka juga tidak mengharapkan paket Penghargaan itu. Mereka benar-benar hanya ingin membantu. (Saya tidak tahu untuk kreasi lain bagaimana, tapi sepertinya untuk film, khususnya di Menjelang Siang, ternyata keadaannya seperti itu)

Apa jalur crowdfunding bisa menjadi pilihan alernatif atau malah utama bagi pembuat film khususnya film indie?

Sangat bisa. terlepas dari alternatif atau utama, itu kemudian jadi pilihan filmmaker. Namun yang jelas, skema crowdfunding bisa sangat membantu bagi para Kreator untuk mewujudkan kreasinya.

Terakhir, apa kesan yang didapatkan selama melakukan kampanye di Wujudkan?

Menyenangkan. Berinteraksi dengan orang yang mendukung karya kita, itu memberikan energi tersendiri dalam berkarya.

 

Belajar dari Kegagalan Kampanye Crowdfunding

Jika kamu ngerasa mendanai karya lewat crowdfunding adalah semudah membalik telapak tangan, kamu harus berpikir ulang. Soalnya, nggak semudah itu mendatangkan dukungan.  Salah satu situs crowdfunding cukup terkenal dari Amerika Serikat aja, angka kreasi yang tidak sukses 36% lebih banyak dibanding yang sukses. Malah, 14% tidak mendapatkan dana sama sekali.

Tapi tenang, jangan kecil hati dulu untuk mulai kreasi lewat crowdfunding. Kamu masih bisa belajar dari kegagalan mereka. Just keep reading!

Kurang Kredibel

Menurut Scott Steinberg, penulis buku The Crowdfunding Bible, inilah kegagalan yang sering ditemui para kreator. Karena orang nggak kenal siapa kreatornya, maka biasanya orang nggak percaya dengan karya yang dibuat. Tapi tenang, kamu bisa menuliskan profil lengkap kamu di halaman profil kreator dan kolom deskripsi Wujudkan seperti sebuah CV. Tuliskan juga orang-orang di balik layar kreasi kamu , mulai dari skill, dan prestasi apa saja yang pernah dicapai.

Target Ketinggian

Memang sulit menentukan target dana yang fix untuk sebuah kreasi. Kreasi film dan buku atau acara pasti beda dana yang dibutuhkan. Selain menghitung budget yang dibutuhkan untuk membuat kreasi, kamu juga perlu riset dulu target dari kreasi kamu. Kalau nggak sesuai, bisa jadi target kamu sulit dicapai. Menurut artikel dari Entrepreneur, buatlah target dana serendah yang bisa kamu kelola.

Nggak Jelas, Jadi Melas

Biarkan hubungan kamu aja yang nggak jelas (eh?). Jangan sampai merambah ke kreasi kamu. Soalnya, banyak kreator yang gagal adalah karena mereka tidak menyampaikan idenya dengan jelas dan baik. Salah satu hal yang harus ditonjolkan adalah sisi unik yang membedakan kreasi kamu dari kreasi lainya. Coba deh tampilkan ini setiap kamu kampanye ke orang-orang dan tentunya situs Wujudkan.

Kurang Awareness, Jadi Ngenes

Gimana orang mau bantu kamu kalau nggak tahu tentang kampanye penggalangan dana yang sedang kamu lakukan? Apalagi masyarakat kita belum banyak yang mengerti tentang crowdfunding. Maka dari itu, rajin-rajinlah ngasih tahu ke kerabat, handai taulan, keluarga, followers twitter, sampai bekas gebetan, kalau kamu lagi buat kreasi dan butuh dukungan. Kamu bisa contek cara dari Eko Wustuk, kreator buku #RockMemberontak dan #BukuGrungeLokal,  yang buat offline event dan rajin nge-share di sosial media.

Gimana, udah belajar banyak dari kegagalan di atas? Semoga dari situ bisa diambil hikmahnya untuk membuat kreasi lagi, ya! Semangat!