film pendek

Crowdfunding Bantu Filmmaker

Masih inget program #BulanFilm September Ceria 2015 lalu? Nah, beberapa film pendek yang menjadi pilihan Tim Wujudkan pada saat acara Pitching Forum, berhasil mewujudkan kreasinya, lho! Salah satunya adalah film pendek Menjelang Siang. Dana yang terkumpul dari para Pewujud untuk kreasi ini bahkan melampaui 115%.

Untuk berbagi cerita mengenai kampanye film pendek ini, Wujudkan berhasil mewawancarai Luhki Herwanayogi, sang kreator. Simak, yuk!

Dari mana sih mengenal konsep crowdfunding?

Saya agak lupa tepatnya dari mana, tapi sepertinya saya mulai mencari tahu tentang crowdfunding dari sosial media. Lalu, kebetulan beberapa bulan yang lalu (sebelum saya ikut crowdfunding untuk film saya) ada teman saya yang melakukan penggalangan dana gerakan sosialnya melalui crowdfunding. Saya ngobrol banyak dengan dia.

Sebelum mengenal cara ini, bagaimana Mas Luhki mencari dana untuk membiayai film-film sebelumnya?

Untuk film saya sebelumnya, saya selalu memakai dana saya sendiri.

Apa kendala terbesar lewat jalur tersebut?

Jelas, jumlah yang terbatas.

Bagaimana akhirnya bisa memutuskan untuk mencari dana lewat crowdfunding khususnya Wujudkan?

Film saya Menjelang Siang sebelum saya masukkan ke Wujudkan, sudah mendapatkan dana dari pitching forum XXI Short Film Festival. Namun, dana tersebut masih kurang untuk produksi. Kemudian saya memutuskan untuk memasukkan proyek ini ke Wujudkan, kebetulan juga saat itu Wujudkan sedang ada program #BulanFilm. Saya berpikir tak ada salahnya mencoba.

Berapa lama persiapannya? Mulai dari membuat perencanaan hingga menjadi sebuah proposal dan diikutsertakan dalam acara Pitching Forum Wujudkan?

Untuk perencanaan sendiri tidak terlalu lama, sekitar satu minggu saya merancang proposal, kebetulan film Menjelang Siang sudah siap secara proposal, jadi tidak terlalu lama bagi saya untuk merancangnya khusus di Wujudkan.

Siapa atau Kreasi apa yang menjadi inspirasi Mas Luhki dalam merancang kampanye crowdfunding?

Ya, sebelum memutuskan untuk memasukkan kreasi di Wujudkan, saya sempat mempelajari apakah film bisa menjadi karya yang bisa dikampanyekan di Wujudkan. Lalu saya melihat Atambua 39 Celsius, film Mas Riri Riza yang mendapatkan dana melalui crowdfunding. Akhirnya saya cukup mantap untuk mencoba skema crowdfunding ini.

Selama proses kampanye, apa saja kendalanya dan bagaimana cara mensiasatinya?

Kendala yang paling terasa adalah banyak yang belum paham dengan skema crowdfunding dan juga mekanisme di Wujudkan. Bagi beberapa calon Pewujud, mereka merasa repot jika harus membuat akun terlebih dahulu di Wujudkan.com. Akhirnya, saya menjembatani dengan mempersilahkan mereka untuk transfer langsung ke rekening saya, baru saya yang memasukkan ke Wujudkan. Saya pikir perlu sistem yang lebih sederhana sehingga pewujud tidak merasa repot.

Pemberian paket-paket Penghargaan apakah membantu? Mana yang jadi favorit Pewujud?

Sepertinya tidak terlalu, karena beberapa Pewujud memberikan dana dengan nominal sesuka mereka, dan mereka juga tidak mengharapkan paket Penghargaan itu. Mereka benar-benar hanya ingin membantu. (Saya tidak tahu untuk kreasi lain bagaimana, tapi sepertinya untuk film, khususnya di Menjelang Siang, ternyata keadaannya seperti itu)

Apa jalur crowdfunding bisa menjadi pilihan alernatif atau malah utama bagi pembuat film khususnya film indie?

Sangat bisa. terlepas dari alternatif atau utama, itu kemudian jadi pilihan filmmaker. Namun yang jelas, skema crowdfunding bisa sangat membantu bagi para Kreator untuk mewujudkan kreasinya.

Terakhir, apa kesan yang didapatkan selama melakukan kampanye di Wujudkan?

Menyenangkan. Berinteraksi dengan orang yang mendukung karya kita, itu memberikan energi tersendiri dalam berkarya.

 

Advertisements