Wujudkan

Bangun Tim yang Solid untuk Kampanye yang Sukses

Bikin crowdfunding kamu berhasil memang butuh kerja keras. Kamu bisa saja mengerjakan semuanya sendiri. Tapi, kerja tim buat kampanye crowdfunding itu bagus banget, lho. Paling nggak, kamu nggak akan sepontang-panting kerja sendiri.

Salah satu crowdfunding platform di Amerika Serikat juga punya data kalau crowdfunding yang dikerjain sama tim kemungkinan berhasilnya nambah 94 %! Bahkan dua orang saja bisa besar banget pengaruhnya ketimbang satu orang.

Nah, gimana caranya bikin tim yang solid? Simak info penting berikut ini.

Bangun tim yang sepaham sama kamu

Yang paling penting buat bikin tim yang solid adalah semuanya sama-sama antusias sama Kreasi kamu dan ingin supaya ide itu terwujud. Cobalah cari anggota tim dari lingkaran pertemanan terdekat dulu. Kalau memungkinkan, kamu juga bisa cari anggota tim yang profesional. Kamu bisa lirik-lirik kontak di jejaring media sosial yang kamu punya. Siapa tahu ada kenalan yang punya background oke untuk kamu rekrut. Dan bisa jadi, juga ada yang punya pengalaman menggarap sesuatu yang serupa dengan Kreasi kamu.

Update terus diskusi di media sosial yang cocok sama Kreasi kamu. Ini bagus untuk tahu perkembangan terbaru di bidang kamu. Siapa tahu kamu bisa dapat inspirasi untuk menyempurnakan ide kamu.

Bikin jaringan yang solid

Jaringan yang luas dan kuat akan bantu bikin tim kamu tambah solid, lho. Bangunlah relasi dengan blogger atau reporter yang punya reputasi. Khususnya yang sama-sama menggeluti bidang kamu. Relasi ini bakal bantu kamu membangun brand, dan akhirnya pengaruh banget ke warna tim yang kamu bikin.

Jangan lupa juga kalau anggota tim kamu pasti punya jaringan pertemanan mereka sendiri. Jadi, mintalah tim kamu untuk mendata semua kontak yang mereka punya, yang berpotensi jadi Pewujud kamu nantinya. Kumpulkan kontak dari akun email, Facebook, Twitter, Path, dan semua media sosial yang kalian pakai.

Jaringan awal yang kamu bangun ini akan jadi basis buat kampanye kamu. Kalaupun nggak semuanya bisa kasih kontribusi dana, kamu tetap bisa minta tolong mereka buat ikut sebarin ide Kreasi yang kamu punya.

Kasih tugas yang cocok ke orang yang tepat

Salah satu keuntungan kerja tim adalah semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua orang juga punya karakter sendiri-sendiri. Ada yang optimis banget, ada yang sebaliknya.

Psikolog Amerika, Martin Seligman, punya teori kalau optimis dan pesimis sama-sama dibutuhkan bagi kerja tim yang bagus, lho. Mereka cocok buat ngerjain tugas yang berbeda-beda.

Orang yang optimis biasanya kreatif dan pintar jaga relasi. Mereka cocok buat bikin konten Kreasi, jadi juru bicara, dan jaga semangat tim. Sementara orang yang pesimis biasanya teliti, perfeksionis, dan realistis. Mereka ini cocok untuk bikin perhitungan biaya dan memantau track kerja kalian.

Jadi, kenali kompetensi dan karakter masing-masing anggota tim sebelum bagi-bagi tugas, ya.

Advertisements

Berbagi Cerita Buat Wujudkan Kreasi Kamu

Crowdfunding memang membantu kamu kumpulkan dana buat merealisasikan Kreasimu. Tapi inti dari crowdfunding bukanlah minta-minta, melainkan berbagi ide dan minat. Kamu perlu membuat para calon Pewujud ikutan bersemangat dengan ide kamu dan ingin ikut mewujudkannya. Nah, biar dapat banyak dukungan, kamu perlu berbagi cerita yang oke tentang Kreasi yang akan kamu kerjakan.

Bagaimana membuatnya? Apa saja yang harus ada di dalam cerita kamu? Berikut beberapa hal yang nggak boleh kamu lewatkan:

Perkenalkan Diri Kamu

Bukan cuma kamu, tetapi juga tim kamu, tentunya. Akan lebih baik kalau kamu punya Kreasi-Kreasi lain yang sudah pernah kamu buat sebelumnya. Dengan menyebutkan semua itu, para calon Pewujud akan lebih percaya kalau kamu memang layak didukung untuk mewujudkan Kreasimu yang selanjutnya.

Ceritakan Kreasi yang Mau Digarap

Ceritakan apa yang sedang kamu kerjakan. Semakin detail, semakin baik. Boleh juga tambahkan sketsa, prototipe, atau teaser tentang Kreasi itu. Yang penting jangan jadi bertele-tele—singkat, tapi jelas dan to the point. Untuk contoh dengan sketsa dan teaser yang oke, kamu bisa lihat cerita tentang Kreasi film pendek Fajar Ramayel yang berjudul Lukisan Nafas.

Ceritakan Apa yang Jadi Inspirasi Kamu

Calon Pewujud akan semakin paham dan tertarik pada ide kamu kalau mereka tahu sejarahnya. Ceritakan bagaimana kamu dapetin ide dari Kreasi kamu dan mengapa Kreasi ini penting untuk diwujudkan. Siapa tahu kamu dan calon Pewujud punya ketertarikan yang sama, dan mereka jadi ikutan me-Wujudkan Kreasimu, deh.

Jelaskan Rencana Kamu

Ide yang menarik pastinya harus dieksekusi dengan baik. Calon Pewujud akan yakin kamu bisa mengeksekusinya kalau mereka tahu kamu punya rencana yang matang. Karena itu, ceritakan rencanamu sejelas mungkin. Plus, sertakan juga timeline Kreasi juga.

Paparkan Rincian Anggaranmu

Berapa banyak sih, dana yang kamu butuhin? Terus, digunakan buat apa saja dananya? Buatlah breakdown yang cukup detail, simpel, dan masuk akal. Ini akan menumbuhkan kepercayaan calon Pewujud bahwa kamu bisa mengelola dana mereka dengan bijaksana. Cerita Charlotte Cynthia tentang film Ondel-Ondel Kreasinya mungkin bisa menginspirasi kamu.

Apa Pentingnya Kreasi kamu?

Ceritakan apa yang membuat kamu semangat untuk me-Wujudkan idemu. Tapi nggak cukup jika Kreasi itu hanya bermanfaat buat kamu saja. Ceritakan juga bagaimana Kreasi itu bisa jadi penting buat orang lain, termasuk para calon Pewujud kamu. Kamu bisa lihat contohnya dari cerita Yu Sing tentang Kreasinya untuk Rumah Uay.

Poin-poin di atas akan membantumu membuat cerita yang nyambung dengan calon pendukung kamu. Silakan coba, dan semoga Kreasi kamu juga bisa terwujud!

Kreasi Terwujud, Selanjutnya Ngapain?

Selamat! Atas kerja keras kamu selama kampanye, Kreasi kamu berhasil Terwujud di Wujudkan. Kamu bisa merayakannya dengan sujud sukur, makan-makan, atau sekedar melakukan “happy dance”.

Eits, tapi jangan berlebihan, ya.  Karena masih banyak hal yang harus kamu lakukan, seperti berikut ini:

Ucapin Terima Kasih

Yup! Sekarang waktunya mengganti update status di media sosial dari kampanye ke rasa syukur dan terima kasih kepada semua khalayak ramai. Ada baiknya juga kamu mengirimkan ucapan terima kasih secara pribadi ke masing-masih Pewujud yang mendonasikan uangnya demi terwujudnya kreasi kamu. Entah itu via e-mail, SMS, atau WhatsApp dan lainnya.

Fokus pada Kreasi

Inilah inti dari kampanye kamu selama ini. Dana sudah terkumpul, dan sekarang tinggal menggunakannya untuk menyelesaika Kreasi kamu. Bedanya sekarang, sudah banyak yang mendukung dan menunggu Kreasi kamu selesai. Pastikan dana dipakai dengan budget yang sudah dibuat selama ini. Begitu juga dengan proses produksi.

Rajin Kasih Update ke Pewujud

Banyak Pewujud yang ingin tahu progress Kreasi yang sedang kamu buat. Coba deh kamu ceritain dalam bentuk teks, foto maupun video. Untuk kebutuhan ini, kamu bisa memaksimalkan fitur Blog dalam Wujudkan. Kamu bisa mencontek Mira Lesmana yang rajin memberikan update di Kreasi film Atambua 39°C yang berhasil terwujud hingga 300 juta lebih.

Kirim Penghargaan

Seperti dalam Wujudkan, Pewujud dapat menyumbang dengan meminta sebuah Penghargaan sebagai imbal baliknya. Nah, sekarang saatnya kamu mulai mengecek kembali daftar Penghargaan, jadwal pengiriman, kontak, dan alamat para Pewujud. Pastikan semua Penghargaan yang harus dikirim sesuai dengan tanggal yang tertulis di situs Wujudkan. Update mengenai pengiriman Penghargaan ini bisa kamu tulis di Blog juga.

Udah nggak bingung lagi kan sekarang? Nah, sekarang waktunya kamu menyelesaikan Kreasi kamu! Semangat!

 

Strategi Alternatif Ini Bikin Sukses Kampanye Kreasi dari Jono Terbakar

Inilah kreasi musik yang sukses lewat Wujudkan! Album Dunyakhirat dari band Jono Terbakar berhasil ngumpulin dana hanya dalam 17 hari. Padahal, menurut Nihan Lanisy sang kreator, rencana untuk memasukkan kreasi ini terbilang dadakan, lho. Tapi, hasil nekat dan kerja keras mereka berbuah manis dengan terkumpulnya Rp. 15.573.767 dari target awal yaitu Rp 10.000.000!

Kurangnya dana untuk paska produksi (mixing, mastering, replikasi CD, packaging dan launching) album dari band akustik asal Yogyakarta ini, jadi alasan utama menggunakan jalur crowdfunding. Selain itu, jalur ini katanya sangat membantu. “Kami memilih crowdfunding karena lebih accountable daripada donasi langsung ke rekening kami dan jika tidak akan terpenuhi targetnya dana akan dikembalikan,” kata Nihan.

Sama seperti kreator yang lain, banyak juga kendala yang mereka temui saat kampanye. Salah satunya adalah konsep crowdfunding yang masih awam di masyarakat kita. “… banyak teman yang nggak paham dan/atau malas donasi lewat Wujudkan,” curhat Nihan. Tapi, hal itu nggak bikin semangat mereka surut. Untuk mengatasi kendala tersebut, mereka membuat jalur alternatif untuk menyumbang. Dana yang disumbangkan, ditransfer dulu ke rekening pribadi kelompok Jono Terbakar, abis itu, baru deh mereka transfer ke rekening Wujudkan.

Nggak hanya itu, mereka juga ngandelin media digital untuk promosi dan kampanye album. Mulai dari kirim SMS, sampai Facebook Chat. Lewat modal berani, banyak orang yang mereka kirimkan pesan mem-follow up dukungannya untuk kampanye kreasi ini. Intinya, nggak perlu malu, ya!

Soal Penghargaan, band yang juga beranggotakan Muhammad Nur Hidayat ini terbilang cukup simpel tapi penuh makna. Selain mendapatkan CD album Dunyakhirat, semua Pewujud yang berjumlah 64 orang itu mendapatkan ucapan terima kasih di situs mereka dan juga di sleeve CD. Tambahannya, ada t-shirt dan tote bag eksklusif bagi mereka yang menyumbangkan Rp 100.000 dan Rp 200.000.

Terakhir, Jono Terbakar ngebuktiin kalau keberhasilan kreasi di crowdfunding ini memang karena lingkungan di sekitar kita. “Pewujud kami kebanyakan teman, keluarga, dan orang-orang yang sudah kenal,” kata cowok yang baru saja dikaruniai seorang anak ini. Ini bisa jadi salah satu trategi pertama untuk mengkampanyekan kreasi kamu. PDKT aja dulu sama crowd kamu, yang notabene adalah orang-orang di sekitar, siapa tahu dari situ bisa jadi word of mouth dan makin banyak lagi orang yang mendukung.

 

 

Bikin Kampanye Crowdfunding Berhasil lewat Video

Mempromosikan kreasi crowdfunding kamu nggak cukup lewat-kata. Maksimalkan dengan video! Bikin video malah memperbesar 85% kampanye crowdfunding kamu berhasil, lho.  Sebab, media visual ini lebih mudah dicerna oleh otak manusia dibanding mereka membaca kalimat.

Tapi, gimana ya bikin video yang mengundang pewujud untuk mendukung kreasi kamu? Berikut tipsnya!

Riset, Riset dan Riset

Sama seperti saat kamu mulai untuk mempersiapkan kreasi dengan crowdfunding, begitu pula saat buat video pitching. Menurut Scott Steinberg, penulis buku The Crowdfunding Bible, coba deh kamu tonton video-video tentang pitching. Nggak cuma yang sukses aja, tapi yang gagal juga. Dari situ, kamu bisa lihat, apa perbedaan keduanya. Yuk, mulai dengan menonton video-video pitching dari kreasi yang ada di Wujudkan.

Less is More

Ingat, kamu mau buat pitch atas kreasi kamu. Lagi menurut Steinberg, durasi video yang kamu buat jangan terlalu lama, 2 menit aja cukup kok. Dan, pastikan juga di 10 detik pertama bikin orang penasaran dengan kreasi kamu. Impress them!

Show Your Product

Emang sih, kebanyakan orang ikutan crowdfunding untuk membuat kreasi, apalagi film dan event. Tapi, pasti kamu udah riset, bikin dummy atau design sementara, kan? Misal, kamu mau buat film animasi, coba tunjukin sketsa awal karakter-karakternya dalam video kamu. Jadi, calon pewujud udah punya gambaran mengenai kreasi yang akan kamu buat.

Nggak Harus Pro

Daripada buang uang untuk membuat video yang mahadasyat, mending uangnya masukin ke kantong untuk kreasi. Dalam video pitch, yang paling penting adalah pesan kreasi kamu tersampaikan dengan jelas, yaitu apa yang ingin kamu buat, mengapa dibuat, bentuk produk/dummy (jika ada), dan anggota tim kamu.  Nggak perlu pake efek-efek super canggih. Yang terpenting adalah gambar dan audionya jelas dan mudah dicerna.

Ada Call to Action

Karena pembuatan video ini untuk mengajak orang-orang membantu mewujudkan kreasi kamu, jadi pastikan ada bentuk ajakan di dalam videonya. Bagian ini bisa berupa tulisan ataupun ajakan langsung dari kamu. Jangan lupa untuk menaruh link kreasi di halaman Wujudkan yang sudah kamu buat.  Jadi, orang akan langsung tahu kemana harus mendukung.

Sekarang udah tahu kan betapa pentingnya sebuah video dalam kampanye kreasi crowdfunding? Jadi, jangan lupa masukkan video pitch dalam halaman profil kreasi kamu di Wujudukan, ya!

 

Berawal dari Pitching Forum Wujudkan, Kreasi Film Horor ini Terwujud

Siapkan diri kamu karena ada tokoh horor baru yang akan menggeser kuntilanak dan kawan-kawannya! Ondel-Ondel yang menjadi tokoh sentral dari Kreasi buatan Charlotte Cynthia dalam Ondel-Ondel Short Film berhasil terwujud berkat kampanye crowdfunding.
Sama dengan film Menjelang Siang, Ondel-Ondel juga salah satu jebolan Pitching Forum yang dibuat oleh Wujudkan dalam rangka #BulanFilm. Malah, hasil kampanye Kreasi ini berhasil mengumpulkan 12 juta rupiah atau 127%!
Simak yuk, cerita Charlotte seputar kampanye crowdfunding di wawancara berikut!
Hai, Charlotte! Selamat atas terwujudnya Ondel-Ondel Short Film, ya!
Iya, thank you juga Tim Wujudkan atas bimbingannya.
Ceritain dong, gimana akhirnya memilih jalur crowdfunding untuk mendanai Kreasi film kamu dan memilih Wujudkan?
Beberapa bulan yang lalu, teman kampus saya di Universitas Bina Nusantara (Binus) ada yang ikut crowdfunding Wujudkan, dan mereka berhasil mendapatkan keringanan dalam budget mereka. Semenjak itu, kampus saya sering kirim e-mail ke para mahasiswa tentang acara seperti Wujudkan Pitching Forum. Head of Program saya merekomendasi untuk mencoba, dan saya pikir ya kenapa tidak?
Berbeda dari kreasi lainnya, kamu kan ngajuin proposal ini lewat Pitching Forum di #BulanFilm Wujudkan, bisa diceritain gimana prosesnya bisa sampai ikutan?
Soalnya direkomendasi sama dosen, lalu kebetulan saya waktu itu free, dan ya kalau ada
peluang untuk berkerja lebih kan kenapa tidak. Namanya juga produser film ya, hahaha.
Apakah forum tersebut sangat membantu?
Membantu banget sih, soalnya tadinya kan clueless tentang Wujudkan atau crowdfunding in general.
Kamu nyangka nggak bisa dapat dana awal dari Pitching Forum tersebut? Apalagi saingannya cukup berat.
Teman saya yang sudah ikut pitching beberapa bulan sebelum saya sih waktu itu bilang kalo saya pasti dapet, soalnya saya punya reputasi perfectionist nggak jelas gitu di kampus. Tapi regardless, beberapa hari sebelum pitching itu saya takut banget, soalnya ini pitching pertama di luar kampus, dan waktu sampe ke lokasi, saya socially awkward banget. Saya pribadi sih sebenernya jujur nggak nyangka bakal dapet dana, soalnya ya presentasi saya buru-buru banget. Tapi yang penting buat saya sih experience-nya aja, sih. Nggak semua anak Binus Film Program bisa punya kesempatan kayak gini, kan.
Ada kendala nggak selama Kampanye kamu di Wujudkan?
Kendala paling besar itu waktu, soalnya selain mengumpulkan funding, saya sebagai produser dan mahasiswi harus ngurus pre-production, production, sama skripsi. Selain itu, saya itu kan nggak terlalu social media savvy banget. Saya mencoba di Instagram soalnya saya aktif di situ, tapi kayaknya sih kurang ngefek.
Terus, gimana sih kamu mensiasatinya?
Yang saya lakukan paling banyak itu sih, mendekati ke lingkaran terdekat saya, yaitu ke saudara sama ke temen-temen, sih, hahahha. Tapi akhirnya, orang tua sutradara saya dan saudara saya yang lumayan banyak ngasi dukungan.
Apakah Penghargaan yang dibuat cukup menarik bagi para Pewujud?
Saya sebenernya menyesal banget sih, soalnya Penghargaan yang saya buat itu standard yang biasanya ditulis di proposal pitching di dalam kampus. Waktu saya udah buat Penghargaannya, dan mulai kampanye, saya sadar kalau nggak appealing banget dan nggak kreatif. Tapi ya, jadi pelajaran aja buat masa depan.
Dari seluruh Penghargaan, mana yang paling diminati?
Executive Producer sama Associate Producer.
Terakhir, pelajaran apa yang dapat dipetik dan dibagi ke calon Kreator di luar sana?
Be creative! Fundraising itu salah satu sisi kreatif produser film indie. Pikir aja, film yang dibuat itu emang sebuah produk yang bisa dijual. Tapi, jangan sampe filmnya nggak kelar atau keteteran juga. Balance aja. Susah emang bikin film, saya juga bingung kenapa saya mau susah susah kayak gini hahahha

 

Kamu mau juga kaya Charlotte yang bisa sukses mewujudkan Kreasinya? Langsung aja kirim proposal Keasi kamu Wujudkan.com. Selamat berkreasi!

Strategi Offline untuk Kampanye Online ala Kreator Rock Memberontak

“Keyakinan saya bahwa masih banyak tangan-tangan yang peduli pada kreasi sepenuh hati kembali terbukti benar”

Itulah testimoni Eko “Wustuk” Prabowo yang kembali sukses ngeluarin karya keduanya dengan bantuan Wujudkan.com, yaitu buku Rock Memberontak. Sebelumnya di tahun 2014, lelaki yang sering disapa Wustuk ini merilis buku Saya Ada di Sana! Catatan Pinggiran Grunge Lokal. Di kreasi keduanya, ia juga mengulang sukses dengan mengumpulkan dana yang melampaui target, lho! Dari target 20.000.000 yang harus dikumpulkan selama (2 Sep – 6 Nov ’15) ia berhasil ngumpulin dan Rp 21.855.000!

Dari segi cerita, buku yang terbit pada 28 November 2015 lalu ini berbeda dari  buku sebelumnya yang nyeritain tetang musik grunge lokal dari sisi fans. Kali ini, ia lebih mengulik proses kreatif dua pentolan band grunge Indonesia yaitu Robi “Navicula” dan Che “Cupumanik”. Lewat hasil wawancara keduanya, Wustuk berhasil menuliskan bagaimana sebuah lagu tercipta. Mulai dari pencarian inspirasi, cara nulis hingga proses produksi.

Dari segi crowdfunding, keduanya sih dapat dibilang nggak beda jauh. Tapi, yang menarik adalah bentuk Penghargaan. Dari tiga Penghargaan, satu di antaranya berupa event offline dengan judul “Wujudkankustik”. Diadain pada 20 Oktober lalu di Paviliun 28, Pewujud datang langsung untuk donasi langsung mulai dari Rp 100.000. Sebagai Penghargaannya, para pewujud nantinya akan mendapatkan satu kopi buku Rock Memberontak bertanda tangan penulis, plus dua narasumber. Nggak hanya itu, Pewujud juga mendapatkan satu tiket konser peluncuran buku dan first drink!

Kampanya offline seperti ini menurut Wustuk harus diperbanyak. “Publik Indonesia tidak terlalu suka (percaya) pada mekanisme penggalangan dana online. Mereka tetap harus bertatap muka, “ katanya lewat wawancara via e-mail. Bisa jadi masukan yang oke buat kamu para kreator, nih!

Namun begitu, untuk para kreator seperti Wustuk, crowdfunding adalah cara untuk menekan budget produksi. Apalagi, salah satu tujuannya untuk membuat banyak orang mengakses buku ini. Jadi, hasil donasi benar-benar diperuntukkan bagi pembiayaan produksi aja.

Setelah dua kali berhasil mewujudkan kreasinya lewat Wujudkan. Menurut Wustuk, ide aja nggak cukup untuk bikin orang membantu sebuat kreasi. “Bangun juga kredibilitas dengan berbagai cara. Yang terpenting jangan jadikan crowdfunding sebagai alasan “go or no go”. Kalaupun nanti gagal, itu bukan alasan berhenti berkreasi,”.